
Bisalanews.id, Parmout – Di tengah semarak peringatan Hari Ulang Tahun ke-24 Kabupaten Parigi Moutong, muncul satu pertanyaan penting, sudahkah daerah ini benar-benar menghargai para tokoh yang berjasa dalam proses pemekarannya? Pertanyaan ini mengemuka seiring usulan Anggota DPRD Parigi Moutong, Candra Setiawan, yang mendorong pemberian penghargaan khusus kepada para pejuang pemekaran daerah.
Usulan tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna LKPJ Bupati yang berlangsung di ruang rapat DPRD, Selasa (07/04/2026). Dalam penyampaiannya, Candra menilai bahwa hingga memasuki usia kurang lebih 24 tahun, Kabupaten Parigi Moutong belum pernah secara khusus memberikan penghargaan kepada para tokoh pemekaran.
“Pada tanggal 10 besok, bertepatan dengan hari ulang tahun Kabupaten Parigi Moutong, kami berharap para tokoh pemekaran yang berjumlah sekitar 26 orang dapat diundang secara khusus dan diberikan penghargaan,” ujarnya.
Menurutnya, penghargaan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk penghormatan atas jasa dan perjuangan para tokoh yang telah berperan dalam terbentuknya Kabupaten Parigi Moutong sebagai daerah otonom.
Candra juga mengusulkan agar para tokoh pemekaran diberikan tempat khusus dalam rangkaian acara peringatan HUT, sebagai simbol pengakuan dan apresiasi dari pemerintah daerah.
“Kita di gedung perwakilan ini pun belum pernah secara serius memikirkan penghargaan bagi mereka. Momentum hari jadi daerah ini harus dimanfaatkan untuk menghormati jasa para pejuang pemekaran,” tegasnya.
Ia menilai, momentum hari jadi daerah seharusnya tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang refleksi untuk mengenang sejarah dan menghargai para pelaku yang telah berkontribusi besar bagi daerah.
Candra berharap, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dapat menindaklanjuti usulan tersebut, sehingga para tokoh pemekaran tidak hanya dikenang dalam sejarah, tetapi juga mendapatkan penghargaan yang layak atas dedikasi mereka.
















