Example 7970x250
Headline

Kajari Parigi Moutong Instruksikan Tindak Lanjut Kasus Pupuk Bersubsidi

×

Kajari Parigi Moutong Instruksikan Tindak Lanjut Kasus Pupuk Bersubsidi

Sebarkan artikel ini
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Parigi Moutong, Ikhwanul Ridwan saat konfrensi pers.(06/06/2024).Foto.Bisala Group.

Bisalanews.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng) segera menindaklanjuti dugaan kasus penyalahgunaan pupuk bersubsidi di daerah itu.

“Terkait hal itu, kita sebagai aparat penegak hukum ikut mengawasi penyaluran pupuk bersubsidi tersebut,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Parigi, Ikhwanul Ridwan di Parigi, Kamis (6/6/2024).

Pihaknya mengaku, hingga saat ini belum mendapat laporan terkait perihal dugaan penyalahgunaan pupuk yang bersubsidi tersebut.

“Namun demikian, kebetulan besok (hari ini) saya akan bertemu Pak Kapolres untuk membahas pupuk bersubsidi ini apakah penyaluranya sudah tepat sasaran atau tidak,” ungkapnya.

Baca juga :  Disdikbud : Tidak Ada Pungutan Biaya bagi Siswa Ambil Ijazah

Sebab, menurut informasi yang diterima pihaknya, bahwa petani di Parigi Moutong kesulitan memperoleh pupuk bersubsidi, seperti petani di kecamatan Parigi Selatan, dan Tinombo Selatan.

“Terkait hal itu kita akan tindaklanjuti. Saya juga berharap pada kawan kawan wartawan kalau ada informasi seperti ini tolong disampaikan. Kalau saya tidak ada bisa langsung ke Kasi Intel,” ujarnya.

Baca juga :  Di Potong 15 Persen Perdis : Pejabat Dinsos Geram

Sementara, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Parigi, Irwanto mengatakan sekaitan hal ini, dirinya sudah melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Pertanian setempat.

“Terkait pupuk ini, saya sudah koordinasi dengan Dinas Pertanian. Jadi, untuk tahun ini ada surat untuk pendampingan untuk penyaluranya, mulai dari produsen, pengecer dan langsung ke petani,” kata Irwanto.

Menurutnya, kedepan bakal ada penambahan kuota untuk penyaluran pupuk tersebut. Karena selama ini kata dia, ketersediaan pupuk kerap mengalami kekurangan.

Baca juga :  Masyarakat Parigi Soroti SPBU Kampal Karena Prioritaskan Pengisian BBM ke Jerigen

“Jadi kita juga memastikan dugaan permainan pupuk bersubsidi ini apakah ditingkat pengecer atau di produsenya. Sehingga, tidak sampai ketangan petani,” ujar dia.

Karena, dengan luas lahan sawah 1 hektare petani membutuhkan 5 hingga 6 karung pupuk. Namun, kenyataanya mereka hanya mendapat 1 karung. Dengan demikian, petani terpaksa harus membeli diluar.

“Sekaitan hal itu, kami sudah kerjasama dengan pihak Dinas Pertanian untuk turun langsung ke lapangan guna memastikan penyaluran pupuk bersubsidi,” ujarnya.

Total Views: 954

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *