
Bisalanews.id,Parmout – Mohammad Abdillah Putra,yang diketahui sebagai pemuda asal Parigi Moutong menegaskan dirinya mendapat perlakuan kurang nyaman setelah melaporkan dugaan kejanggalan dalam Program Magang ke Jepang kepada media.
Abdillah menyebut, langkah yang diambilnya bukan untuk melawan kebijakan pemerintah, melainkan mempertanyakan transparansi dan kejelasan program tersebut, terlebih karena sejak awal disebut menggunakan biaya pemerintah daerah.
“Secara sederhana saya bukan melawan arus, tapi mempertanyakan arus yang diberikan pemerintah ini. Ini arus bersih atau tidak. Kalau saya langsung menyimpulkan ini arus tidak bersih, secara logika itu tidak masuk akal, makanya saya bertanya. Karena tagline awalnya pakai biaya pemerintah (Bupati), jadi wajar saya sebagai anak daerah dan warga negara ingin tahu,” ujarnya saat meminta persoalan ini turut dilaporkan kepada Bupati Parigi Moutong, Rabu (11/02/2026).
Namun, menurut Abdillah, setelah penyampaian tersebut, dirinya justru merasa diperlakukan tidak nyaman oleh pihak penanggung jawab program.
Ia mengaku dipojokkan dalam grup WhatsApp tanpa adanya klarifikasi atau komunikasi secara pribadi.
“Jujur saya merasa terancam di sini karena melapor ke Parigi Moutong,” ucapnya.
Lebih lanjut, Abdillah menilai penjelasan dari pihak penanggung jawab program hanya sebatas keterangan tertulis tanpa disertai bukti pendukung yang dapat diverifikasi.
Ia mempertanyakan kesesuaian antara penjelasan yang disampaikan dengan laporan yang disebut telah dilampirkan kepada Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong.
“Ada oknum penanggung jawab yang pojokkan saya, saya takut. Karena saya pikir bekingan mereka juga kuat,” imbuhnya.
Ia juga mencontohkan keterangan yang disebut berasal dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).
Menurutnya, terdapat janji bahwa dalam satu minggu peserta sudah mendapatkan status tertentu (SO), namun hal itu tidak terealisasi.
“Katanya dari Kemnaker sudah dijanjikan satu minggu sudah SO, tapi tidak ada. Bahkan dari Kemnaker kaget. Memang bukti rekaman tidak ada, tapi yang saya rasakan seperti pemerintah kami ditipu,” katanya.
Atas berbagai pertanyaan yang menurutnya tidak mendapatkan jawaban jelas, Abdillah akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri dari program tersebut.
“Managementnya tidak jelas, bertanya pun jawabannya lari-lari, tidak menjawab pertanyaan,” tegasnya.
Bahkan Abdilah meminta Pemda Parigi Moutong untuk melakukan monitoring ke Karawang Provinsi Jawa Barat, serta memberikan perlindungan kepada peserta dan lakukan evaluasi terhadap program tersebut
Saat di konfirmasi terkait persoalan yang menimpa peserta kegiatan yang dimaksud,Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Parigi Moutong, Abdul Malik akan memberikan klarifikasi di hari Jumat,13 Februari 2026.
“Masih di Moian,bisa besok insyaAllah sore ini balik ke Parigi” singkatnya.Kamis (12/02/2026)
















