
Bisalanews.id, Parmout – Dugaan praktik “permainan gelap” dalam penyaluran BBM bersubsidi jenis solar di SPBU Kampal (74.943.08) mulai mencuat ke permukaan. Warga Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, mengaku resah dengan indikasi distribusi yang dinilai tidak wajar dan terkesan dilakukan secara sembunyi-sembunyi.
Sorotan tajam mengarah pada dugaan aktivitas penyaluran BBM yang berlangsung di luar jam operasional, bahkan disebut terjadi pada tengah malam hingga dini hari, sekitar pukul 00.00–02.00 WITA. Praktik ini memunculkan kecurigaan adanya pola “kucing-kucingan” yang diduga dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu.
“Kalau benar ada aktivitas tengah malam, ini untuk siapa? Kenapa tidak dilakukan secara terbuka di jam normal?” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Tak hanya soal waktu distribusi, isu penyalahgunaan barcode juga menjadi perhatian serius. Barcode yang seharusnya diperuntukkan bagi nelayan diduga rawan disalahgunakan, bahkan ada kekhawatiran diperjualbelikan atau digunakan oleh pihak yang tidak berhak.
Lebih jauh, warga juga menyinggung kemungkinan adanya keterlibatan oknum petugas dalam praktik yang diduga menyimpang tersebut. Minimnya pengawasan dinilai membuka celah terjadinya pelanggaran, terutama di luar jam kerja resmi.
“Kalau tidak ada yang ‘main’, tidak mungkin hal seperti ini bisa terjadi terus-menerus,” tambah warga lainnya.
Kondisi ini memicu desakan kuat agar pihak SPBU Kampal segera memberikan klarifikasi terbuka kepada publik. Transparansi data distribusi, sistem pengawasan internal, hingga koordinasi dengan pihak terkait seperti Pertamina dan pemerintah daerah menjadi tuntutan utama masyarakat.
Warga juga meminta adanya investigasi menyeluruh guna mengungkap apakah benar terjadi penyimpangan dalam penyaluran BBM subsidi yang selama ini diperuntukkan bagi masyarakat kecil.
“Ini bukan sekadar soal BBM, tapi soal hak masyarakat yang bisa saja dirampas oleh oknum tidak bertanggung jawab,” tegas salah satu tokoh masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak SPBU Kampal belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai dugaan yang beredar.
Masyarakat berharap aparat dan instansi terkait segera turun tangan untuk memastikan distribusi BBM subsidi berjalan sesuai aturan dan tidak menjadi ladang permainan segelintir pihak.
















