Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
DaerahKesehatan

DPRD Parigi Moutong Kritik Layanan Kesehatan: Keluhan Warga Masih Tinggi, Minta Pembenahan Menyeluruh

×

DPRD Parigi Moutong Kritik Layanan Kesehatan: Keluhan Warga Masih Tinggi, Minta Pembenahan Menyeluruh

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Parigi Moutong, I Ketut Mardika beri masukan terhadap pelayanan kesehatan kepada 24 Puskesmas dan 3 rumah sakit di Parigi Moutong. Senin (06/04/2026) – Foto : MRP

Bisalanews.id, Parmout – Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Parigi Moutong, I Ketut Mardika, menyoroti kualitas pelayanan kesehatan di daerah tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Kesehatan, tiga rumah sakit, dan 24 puskesmas, Senin (06/04/2026).

Dalam forum tersebut, I Ketut Mardika mengungkapkan bahwa meskipun pihak rumah sakit menyampaikan pelayanan sudah berjalan dengan baik, kondisi di lapangan masih menunjukkan adanya berbagai keluhan dari masyarakat.

Example 300x600

Menurutnya, DPRD kerap kali menjadi tempat pengaduan masyarakat terkait pelayanan kesehatan, bahkan berperan sebagai “pelayan kedua” setelah tenaga medis di fasilitas kesehatan.

“Banyak sekali aduan yang masuk ke kami. Ini menandakan bahwa masih ada persoalan yang harus segera dibenahi,” ujar I Ketut Mardika dalam rapat tersebut.

Baca juga :  Dorong Pariwisata dan UMKM, Gubernur Anwar Ingin FTT Disinergikan dengan Musim Durian

Ia juga menyinggung kasus yang sempat viral di media sosial mengenai dugaan bayi meninggal dunia akibat tidak mendapatkan pelayanan yang layak. Peristiwa itu, kata dia, harus menjadi perhatian serius bagi semua pihak.

“Kasus seperti itu tidak boleh terulang, apalagi jika menyangkut masyarakat kurang mampu yang sangat bergantung pada layanan kesehatan pemerintah,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa sekecil apa pun persoalan dalam pelayanan kesehatan dapat berdampak besar terhadap kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.

“Sedikit masalah saja di pelayanan, pasti masyarakat langsung mengadu ke DPRD. Ini menunjukkan masih ada yang perlu dibenahi,” katanya.

Baca juga :  Biddokkes Polda Sulteng cek Kesehatan personel Pengamanan Tahapan Pemilu 2024

Selain itu, I Ketut Mardika juga menyoroti sistem rujukan pasien dari fasilitas kesehatan tingkat pertama. Ia meminta agar rujukan lebih memprioritaskan rumah sakit yang ada di Parigi Moutong sebelum mengirim pasien ke luar daerah.

Ia mempertanyakan alasan pasien kerap dirujuk ke luar daerah, padahal fasilitas kesehatan di daerah sendiri masih tersedia dan seharusnya dapat dimaksimalkan.

“Kita punya rumah sakit sendiri, kenapa tidak dimaksimalkan dulu? Jangan sampai masyarakat harus berobat ke luar, sementara kita juga yang menanggung biayanya,” ujarnya.

Di sisi lain, ia turut menyoroti keterbatasan tenaga dokter spesialis di rumah sakit daerah, salah satunya dokter THT yang hingga kini belum tersedia secara optimal.

Baca juga :  Skandal Program Magang Jepang? Peserta Ngaku Dibuang ke LPK Tak Berizin, Pemda Parigi  Moutong Diduga Lepas Tangan

Menurutnya, kekurangan tenaga spesialis tersebut berpotensi menghambat pelayanan kesehatan kepada masyarakat, terutama dalam penanganan kasus-kasus tertentu yang membutuhkan keahlian khusus.

Komisi IV DPRD pun meminta pihak rumah sakit dan puskesmas segera melakukan pembenahan secara menyeluruh, termasuk memastikan seluruh tenaga kesehatan menjalankan tugasnya secara maksimal.

Ia menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak boleh diabaikan dalam kondisi apa pun.

“Kami minta semua pihak berkomitmen meningkatkan pelayanan. Jangan sampai ada masyarakat yang tidak dilayani, apalagi saat ini pemerintah sudah mendorong kemudahan akses melalui program berobat gratis dengan KTP,” tandasnya.

Total Views: 3850

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *