
Bisalanews.id, Parmout — Dinas Sosial Kabupaten Parigi Moutong terus melakukan langkah tanggap terhadap musibah banjir yang melanda Kecamatan Sausu.
Dinsos Parigi Moutong melakukan assesment korban banjir di dua desa terdampak, yakni Desa Pakareme dan Desa Maleali.
Dari hasil assesment awal, tercatat sebanyak 161 kepala keluarga (KK) di Desa Pakareme terdampak banjir, sementara ratusan KK lainnya juga mengalami dampak serupa di Desa Maleali.
Plt. Kepala Dinsos ParigiMoutong, Tri Nugrah Adiyarta, menyampaikan bahwa bantuan awal telah disalurkan ke dua desa tersebut.
Bantuan tersebut berasal dari Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah dan Dinsos Kabupaten Parigi Moutong, berupa:
• 50 paket makanan siap saji
• 22 paket makanan anak
• 10 lembar tenda gulung
• 50 paket lauk pauk siap saji
• 50 kilogram gula pasir
• 100 kaleng ikan sarden
• 10 dus mie instan
• 15 liter minyak goreng
• 100 paket susu sachet
“Jumlah paket bantuan yang disalurkan di kedua desa sama. Saat ini kami juga sedang mengusulkan tambahan bantuan ke Kementerian Sosial, khususnya untuk kebutuhan mendesak seperti kasur lipat, matras, dan selimut,” ujarnya, Rabu (11/06/2025).
Tri Nugrah menjelaskan, sejak awal banjir terjadi, pihak Dinsos Parigi Moutong bersama pilar-pilar sosial seperti Tagana dan Pendamping PKH langsung turun ke lapangan melakukan assesment awal, sehingga data kebutuhan korban bencana dapat segera dihimpun.
Berdasarkan hasil rapat koordinasi bersama BPBD dan OPD terkait, masa tanggap darurat ditetapkan oleh Pemda Parigi Moutong selama 14 hari, terhitung sejak 10 hingga 24 Juni mendatang.
Selama masa tanggap darurat ini, Dinsos Parimo terus melakukan monitoring dan assesment lanjutan.
“Di lokasi bencana terdapat satu posko utama yang didirikan oleh BPBD. Kami dari Dinsos bergabung di posko tersebut untuk terus melakukan assesment dan mempersiapkan bantuan susulan sesuai kebutuhan korban,” jelasnya.
Selain pendistribusian bantuan, Dinsos Parigi Moutong juga aktif melakukan pembersihan di kedua desa yang terdampak banjir.
Kegiatan pembersihan ini sekaligus menjadi bagian dari proses assesment lanjutan untuk kebutuhan dasar pasca bencana.
Tri Nugrah menambahkan, bantuan pangan yang sudah disalurkan diserahkan langsung kepada pemerintah desa setempat untuk didistribusikan kepada warga terdampak.
“Pemerintah desa lebih mengetahui warganya yang membutuhkan, sehingga penyaluran bantuan menjadi lebih tepat sasaran,” pungkasnya.
















