Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Bencana alam

Gempa Tektonik M7,1 Guncang Kepulauan Talaud, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

×

Gempa Tektonik M7,1 Guncang Kepulauan Talaud, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Sebarkan artikel ini
Gambar Gampa Bumi di Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara 7.1 M .Sabtu, (10/01/2026) – Foto.BMKG

Bisalanews.id, Kepulauan Talaud – Wilayah Pantai Timur Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, diguncang gempabumi tektonik pada Sabtu, 10 Januari 2026, pukul 21.58.25 WIB.

Guncangan gempa tersebut dirasakan cukup luas hingga ke sejumlah daerah di Sulawesi Utara dan Maluku Utara.

Example 300x600

Direktur Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dr. Daryono, S.Si., M.Si, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil analisis terbaru BMKG, gempa tersebut memiliki magnitudo M6,4.

“Episenter gempabumi terletak pada koordinat 3,76° Lintang Utara dan 126,95° Bujur Timur, atau tepatnya berada di laut sekitar 40 kilometer tenggara Melonguane, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 31 kilometer,” ujar Daryono di Jakarta, Sabtu (10/01/2026).

Baca juga :  Banjir di Gorontalo : Parigi Moutong Kirim Bantuan Kebutuhan Dasar Dan 10 Orang Tagana

Menurut Daryono, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi ini tergolong sebagai gempabumi dangkal yang dipicu oleh aktivitas deformasi batuan di Lempeng Maluku.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini memiliki mekanisme pergerakan mendatar turun (oblique normal),” jelasnya.

BMKG mencatat dampak guncangan gempa dirasakan cukup signifikan di beberapa wilayah.

Di Kepulauan Talaud, gempa dirasakan dengan skala intensitas IV–V MMI, di mana getaran dirasakan hampir oleh seluruh penduduk, sebagian orang terbangun dari tidur, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, serta benda besar dan tiang-tiang tampak bergoyang.

Baca juga :  DPRD Beberkan Evaluasi Gubernur atas APBD 2026, Belanja Diminta Lebih Menyentuh Rakyat Parigi Moutong

Sementara itu, di wilayah Tobelo dan Sitaro, gempa dirasakan dengan intensitas III–IV MMI, sedangkan di Morotai dirasakan dengan skala III MMI.

Adapun wilayah Ternate, Minahasa Utara, Manado, dan Bitung merasakan getaran dengan intensitas II–III MMI, yang dirasakan nyata di dalam rumah seperti getaran truk melintas.

Meski guncangan dirasakan cukup luas, BMKG menegaskan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

“Berdasarkan hasil pemodelan yang telah dilakukan, gempabumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami,” tegas Daryono.

Baca juga :  Ketua DPRD Parigi Moutong dan Pj Bupati Dampingi Anggota Komisi VIII DPR RI Kunjungi Palasa Pasca Banjir Bandang

Hingga pukul 22.20 WIB, hasil monitoring BMKG mencatat adanya satu kali gempabumi susulan (aftershock) dengan magnitudo M4,6.

BMKG juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan informasi resmi hanya bersumber dari kanal komunikasi BMKG yang telah terverifikasi, seperti media sosial @infoBMKG, situs resmi BMKG, InaTEWS, kanal Telegram BMKG, serta aplikasi resmi wrs-bmkg dan infobmkg,” pungkasnya.

Total Views: 7000

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *