Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Bencana alam

Banjir Terjang Empat Desa di Tanantovea Donggala, Jembatan Putus dan Rumah Hanyut

×

Banjir Terjang Empat Desa di Tanantovea Donggala, Jembatan Putus dan Rumah Hanyut

Sebarkan artikel ini
Salah satu rumah yang hanyut saat banjir di Donggala.Minggu,(11/01/2026) – Foto : SS Video digroup Tagana Sulteng.

Bisalanews.id,Donggala – Banjir kembali melanda wilayah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Empat desa di Kecamatan Tanantovea, yakni Desa Wani 1, Desa Wani 2, Desa Wani 3, dan Desa Wani Lumbumpetigo, terdampak banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut, Minggu (11/01/2026).

Berdasarkan laporan resmi yang diterima Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, banjir terjadi sekitar pukul 11.35 WITA.

Example 300x600

Debit air sungai meningkat drastis hingga meluap dan merusak sejumlah infrastruktur vital, termasuk pondasi jembatan penghubung antar desa.

Baca juga :  Dua Nelayan Asal Bantaya Hilang di Perairan Torue Ditemukan Selamat

Plt. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. Asbudianto, S.T., M.Si., AIFO-P, dalam laporannya menyebutkan bahwa banjir menyebabkan kerusakan rumah warga serta memutus akses transportasi.

“Curah hujan tinggi menyebabkan air sungai meluap dan menggerus pondasi jembatan. Akibatnya, jembatan penghubung Desa Wani 3 menuju Desa Labuan Kungguma terputus dan tidak dapat dilalui,” ujar Asbudianto dalam laporan tertulisnya.

Dampak Banjir di Tiap DesaDi Desa Wani 1, sebanyak tiga unit rumah warga dilaporkan hanyut terbawa arus banjir.

Sementara itu, kondisi di Desa Wani 3 mengakibatkan satu unit rumah terdampak serta terputusnya akses jembatan utama.

Baca juga :  Kades Sibalago Minta Pasokan Air Bersih Bagi Pengungsi

Adapun untuk Desa Wani 2 dan Desa Wani Lumbumpetigo, hingga saat ini masih dalam tahap pendataan oleh petugas di lapangan.

Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, warga terdampak terpaksa mengungsi secara mandiri karena air hingga kini belum sepenuhnya surut.

Langkah Penanganan dan Kebutuhan MendesakTim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Donggala bersama BPBD Provinsi Sulawesi Tengah telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan assessment dan kaji cepat terhadap dampak bencana.

Baca juga :  Hartono: Gunakan Aset Lama, Dahulukan Infrastruktur dan Kesejahteraan

BPBD melaporkan sejumlah kebutuhan mendesak, di antaranya,pembangunan jembatan darurat dan kebutuhan dasar para penyintas.

Hingga laporan ini disampaikan, kondisi air di lokasi kejadian masih belum surut, dan akses dari Desa Wani 3 menuju Desa Labuan Kungguma belum dapat dilalui kendaraan maupun pejalan kaki.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan segera mengambil langkah cepat guna memastikan keselamatan warga serta memulihkan akses dan aktivitas masyarakat terdampak banjir di wilayah tersebut.

Total Views: 6274

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *