
Bisalanews.id, Parmout – Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Faisan Lelo Badja menerima sejumlah usulan masyarakat saat melaksanakan reses di Desa Baliara, Kecamatan Parigi Barat, Rabu, (22/04/2026).
Kegiatan reses tersebut dihadiri Camat Parigi Barat, Kepala Desa Baliara, tokoh pemuda, tokoh agama, tokoh adat, serta tokoh masyarakat yang turut menyampaikan berbagai aspirasi terkait kebutuhan pembangunan di wilayah mereka.
Dalam pertemuan itu, masyarakat menyampaikan sejumlah kebutuhan infrastruktur yang dinilai mendesak untuk mendukung aktivitas warga sehari-hari, terutama akses penghubung antarwilayah dan penerangan lingkungan.
Salah satu usulan utama warga yakni pembangunan jembatan yang menghubungkan Dusun III Desa Baliara dengan Desa Bambalemo.
Masyarakat menilai keberadaan jembatan tersebut sangat penting untuk memperlancar mobilitas warga dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Warga atas nama Anjas mengatakan, selama ini akses penghubung antarwilayah masih putus, akibat gempa 2018 sehingga menyulitkan masyarakat.
“Jembatan ini sangat dibutuhkan masyarakat karena menjadi akses penghubung warga Baliara dan Bambalemo. Kami berharap bisa segera mendapat perhatian pemerintah,” ujar Anjas saat menyampaikan aspirasi dalam dialog reses tersebut.
Selain pembangunan jembatan, masyarakat juga mengusulkan pemasangan lampu jalan di beberapa titik yang dianggap rawan dan minim penerangan pada malam hari.
Tak hanya itu, warga turut meminta adanya penerangan lampu di area kuburan umum karena beberapa kali proses pemakaman terpaksa dilakukan pada malam hari dalam kondisi pencahayaan yang sangat terbatas.
“Kalau ada warga meninggal malam hari, proses pemakaman cukup sulit karena minim penerangan di lokasi pemakaman umum,” ungkap Anjas.
Menanggapi berbagai usulan tersebut, Faisan Lelo Badja menyatakan seluruh aspirasi masyarakat akan menjadi perhatian dan akan diperjuangkan melalui jalur pemerintahan sesuai mekanisme yang berlaku.
Ia mengatakan kebutuhan masyarakat terkait infrastruktur dasar dan fasilitas umum memang harus menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan kepentingan dan kenyamanan warga.
“Aspirasi masyarakat ini tentu akan kami perjuangkan. Baik pembangunan jembatan maupun penerangan lampu jalan dan lampu di area kuburan umum akan kami dorong agar bisa mendapat perhatian pemerintah,” kata Faisan.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan DPRD sangat penting agar usulan pembangunan dapat masuk dalam program prioritas daerah maupun usulan ke pemerintah provinsi dan pusat.
Faisan juga berharap masyarakat tetap aktif menyampaikan kebutuhan di wilayahnya sehingga setiap persoalan yang ada dapat diperjuangkan secara bertahap demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
















