banner 728x250

Plt Kadinkes Parigi Moutong dan PPK Dua Proyek Puskesmas 18 Miliar Berkelit

Bisalanews.id,Parmout-Proyek pembangunan dua puskesmas di Sausu dan Lompentodea yang menelan anggaran lebih dari Rp18 miliar dari APBD Kabupaten Parigi Moutong melalui DPA Dinas Kesehatan menuai sorotan tajam.(06/01/2025)

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong,I Gede Widiadha, dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), I Wayan Mudana, terkesan menghindar saat dimintai penjelasan terkait progres laporan pekerjaan oleh sejumlah awak media.

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, kedua pejabat tersebut saling melempar tanggung jawab.Gede Widiadha menyarankan agar teknis laporan ditanyakan langsung kepada PPK.

“Minta sama PPK, Pak Wayan Mudana. Untuk teknisnya termasuk laporan, Wayan yang tahu. Kalau di dinas, silakan temui Pak Andre atau Pak Agus,” ujarnya.

Namun, Andre, salah satu staf Dinas Kesehatan, justru menyampaikan bahwa akses terhadap data membutuhkan izin dari PPK.

Baca juga :  Disdikbud Parigi Moutong Tanggapi Kerusakan Gedung TK Negeri 2 Pinotu Akibat Kebakaran

Sikap ini bertentangan dengan pernyataan Wayan Mudana sebelumnya. Pada 21 Desember 2024, Mudana mengarahkan agar media meminta dokumen perencanaan, data sondir, laporan progres pekerjaan, dan RAB ke Dinas Kesehatan.

“BPK saja yang melakukan pemeriksaan. Kalau mau minta data, harus menyurat resmi kepada kami,” ujar Mudana.

Tampak dalam puskesmas sausu.

Baca Juga ☆☆Dua Puskesmas 18 Miliar Gagal Rampung : Akademisi Desak APH Lakukan Investigasi Awal

Gedung Puskesmas Rp18 Miliar di Parimo Tak Rampung, Ketua DPRD dan Pemerhati Korupsi Angkat Suara

Dua Proyek Puskesmas di Parigi Moutong Senilai Rp18 Miliar Gagal Rampung Tepat Waktu

Kurangnya keterbukaan ini memunculkan pertanyaan besar tentang transparansi dalam pengelolaan proyek senilai miliaran rupiah tersebut.

Hal ini mencederai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 14 Tahun 2021, yang menekankan pentingnya pengawasan masyarakat dalam proses pengadaan barang dan jasa.

Baca juga :  Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam RSUD Anuntaloko Atas Ketidaknyaman Pasien

Lebih lanjut, dugaan mencuat bahwa perusahaan pelaksana proyek, CV Bolle Cipta Sejahtera, tidak memiliki rekam jejak yang memadai dalam bidang konstruksi.

Tampak depan Puskesmas sausu.

Perusahaan ini diduga memenangkan tender melalui proses lelang yang dilakukan BPBJ Setda Parigi Moutong dengan cara mengurangi persyaratan pengalaman kerja, sehingga memberikan peluang besar bagi perusahaan tersebut untuk menang.

Tokoh muda di Parigi Moutong,Irhan merasa prihatin atas kondisi ini. ia berharap pemerintah daerah dan aparat penegak hukum (APH) segera mengambil langkah tegas untuk menyelidiki dugaan ketidakwajaran dalam proses lelang dan pelaksanaan proyek.

“Pengawasan terhadap jasa konstruksi sangat penting. Kami berharap pemerintah memberikan perhatian serius terhadap kasus ini agar tidak ada celah bagi perusahaan yang tidak kompeten untuk mengelola proyek bernilai besar,” ujar Irhan.

Baca juga :  Plt Kadinkes Parigi Moutong Soroti Lemahnya Pengelolaan Internal RSUD Anuntaloko

Menurutnya kasus ini menambah daftar panjang rusaknya pengelolaan proyek-proyek pemerintah, khususnya di daerah.

“Investigasi mendalam dan pengawasan ketat diharapkan dapat memastikan bahwa dana publik digunakan secara akuntabel dan sesuai peraturan yang berlaku”tutupnya.

Total Views: 1401

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!