
Bisalanews.id, Gorontalo – Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo melakukan kunjungan lapangan sekaligus monitoring ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Hj. Ainun Habibie pada Jumat (22/05/2026), guna meninjau secara langsung progres lanjutan pembangunan rumah sakit tersebut.
Kunjungan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap pelaksanaan proyek strategis daerah, khususnya memastikan pembangunan berjalan sesuai spesifikasi teknis, kontrak kerja, serta target penyelesaian yang telah ditetapkan.
Ketua Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo, Espin Tulie, mengatakan pihaknya turun langsung ke lokasi untuk melihat perkembangan pembangunan di RSUD dr. Hj. Ainun Habibie, terutama proyek Gedung Rawat Inap Lanjutan yang dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2026.
“Komisi III ke Rumah Sakit Ainun Habibie ini terkait dengan progres pencapaian pelaksanaan pembangunan yang ada di rumah sakit ini. Alhamdulillah pada tahap ini, melalui DAK kurang lebih Rp16 miliar, pekerjaannya sementara berjalan dan capaiannya sudah mencapai 2,5 persen,” ujar Espin saat melakukan peninjauan.
Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, Komisi III menilai pembangunan Gedung Rawat Inap Lanjutan yang memiliki nilai kontrak sebesar Rp16.787.988.375 masih berjalan sesuai standar teknis. Proyek tersebut diketahui dikerjakan oleh PT Citra Mutiara Bangun Persada.
Secara umum, progres pembangunan dinilai cukup baik dan diperkirakan dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah direncanakan. Meski demikian, pihak DPRD mencatat adanya kendala distribusi material yang menyebabkan progres pekerjaan belum maksimal.
“Harusnya sudah lebih karena ada keterlambatan material yang sampai saat ini sebagian masih antre di pelabuhan. Kapal yang mengangkut barang-barang menuju lokasi masih menjadi kendala,” tambah Espin.
Selain pembangunan melalui anggaran DAK, proyek RS Ainun Habibie juga akan diparalelkan dengan dukungan anggaran dari APBD sekitar Rp10 miliar. Anggaran tersebut direncanakan untuk mendukung penyelesaian pembangunan lantai satu gedung rumah sakit.
Menurut Espin, langkah paralel melalui APBD dilakukan agar gedung administrasi RS Ainun Habibie dapat segera difungsikan secara optimal demi meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Kunjungan kerja tersebut turut dihadiri Ketua Komisi III bersama jajaran anggota Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo yang meninjau langsung kondisi pembangunan di lokasi proyek. DPRD berharap pembangunan rumah sakit dapat selesai tepat waktu sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat Gorontalo.
















