Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
DaerahKesehatan

Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo Monitoring Pembangunan RS Ainun Habibie, Progres Gedung Rawat Inap Capai 2,5 Persen

×

Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo Monitoring Pembangunan RS Ainun Habibie, Progres Gedung Rawat Inap Capai 2,5 Persen

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo, Espin Tulie dan rombongan diskusi lakukan kunjungan lapangan sekaligus monitoring ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Hj. Ainun Habibie pada Jumat (22/05/2026) – Foto : Humas Deprov Gorontalo

Bisalanews.id, Gorontalo – Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo melakukan kunjungan lapangan sekaligus monitoring ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Hj. Ainun Habibie pada Jumat (22/05/2026), guna meninjau secara langsung progres lanjutan pembangunan rumah sakit tersebut.

Kunjungan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap pelaksanaan proyek strategis daerah, khususnya memastikan pembangunan berjalan sesuai spesifikasi teknis, kontrak kerja, serta target penyelesaian yang telah ditetapkan.

Example 300x600

Ketua Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo, Espin Tulie, mengatakan pihaknya turun langsung ke lokasi untuk melihat perkembangan pembangunan di RSUD dr. Hj. Ainun Habibie, terutama proyek Gedung Rawat Inap Lanjutan yang dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2026.

Baca juga :  DPRD Gorontalo Setujui Ranperda APBD Tahun 2024

“Komisi III ke Rumah Sakit Ainun Habibie ini terkait dengan progres pencapaian pelaksanaan pembangunan yang ada di rumah sakit ini. Alhamdulillah pada tahap ini, melalui DAK kurang lebih Rp16 miliar, pekerjaannya sementara berjalan dan capaiannya sudah mencapai 2,5 persen,” ujar Espin saat melakukan peninjauan.

Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, Komisi III menilai pembangunan Gedung Rawat Inap Lanjutan yang memiliki nilai kontrak sebesar Rp16.787.988.375 masih berjalan sesuai standar teknis. Proyek tersebut diketahui dikerjakan oleh PT Citra Mutiara Bangun Persada.

Baca juga :  Sosialisasi Aplikasi Satu Darah Kabupaten Parigi Moutong

Secara umum, progres pembangunan dinilai cukup baik dan diperkirakan dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah direncanakan. Meski demikian, pihak DPRD mencatat adanya kendala distribusi material yang menyebabkan progres pekerjaan belum maksimal.

“Harusnya sudah lebih karena ada keterlambatan material yang sampai saat ini sebagian masih antre di pelabuhan. Kapal yang mengangkut barang-barang menuju lokasi masih menjadi kendala,” tambah Espin.

Selain pembangunan melalui anggaran DAK, proyek RS Ainun Habibie juga akan diparalelkan dengan dukungan anggaran dari APBD sekitar Rp10 miliar. Anggaran tersebut direncanakan untuk mendukung penyelesaian pembangunan lantai satu gedung rumah sakit.

Baca juga :  Cuaca Ekstrim, Irwan Basri Minta Tagana Parigi Moutong Siap Siaga

Menurut Espin, langkah paralel melalui APBD dilakukan agar gedung administrasi RS Ainun Habibie dapat segera difungsikan secara optimal demi meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Kunjungan kerja tersebut turut dihadiri Ketua Komisi III bersama jajaran anggota Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo yang meninjau langsung kondisi pembangunan di lokasi proyek. DPRD berharap pembangunan rumah sakit dapat selesai tepat waktu sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat Gorontalo.

Total Views: 162

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *