
Bisalanews.id,Jakarta – Kejaksaan Agung (Kejagung) terus mendalami kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan importasi gula di Kementerian Perdagangan (Kemendag) tahun 2015-2016.
Fokus pemeriksaan kali ini diarahkan pada sejumlah saksi, termasuk Sekretaris Menteri Perdagangan (Mendag), untuk melengkapi pemberkasan tersangka Thomas Trikasih Lembong alias Tom Lembong, mantan Menteri Perdagangan, beserta pihak-pihak lainnya.
Kapuspenkum Kejagung, Harli Siregar, mengungkapkan bahwa pemeriksaan dilakukan untuk memperkuat pembuktian atas kasus yang menyeret nama Tom Lembong dan beberapa tersangka lainnya.
“Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara dimaksud,” kata Harli dalam keterangannya, Senin (6/1/2024).
Beberapa saksi yang telah diperiksa adalah Ida Dewi Santi (Sekretaris Mendag), Nur Ahmad Saifullah (Project Manager PT Sucofindo), dan Siyam Sunarsah (pihak dari Badan Pusat Statistik).
Ketiganya diperiksa untuk mengungkap lebih jauh peran tersangka dalam skema dugaan korupsi ini.
Sebelumnya, Kejagung menjelaskan bahwa penetapan tersangka terhadap Tom Lembong didasarkan pada Pasal 2 dan Pasal 3 UU Tipikor.
Pasal tersebut menegaskan bahwa tindakan memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi yang merugikan keuangan negara, meski tanpa aliran dana langsung ke tersangka, tetap dapat diproses secara hukum.
“Pasal ini tidak hanya menyasar keuntungan pribadi, tetapi juga pelanggaran kewenangan yang menguntungkan pihak lain atau korporasi,” jelas Direktur Penyidikan Jaksa Agung Tindak Pidana Khusus, Abdul Qohar.
Kejagung juga mendalami dugaan aliran dana yang diterima Tom Lembong terkait kasus ini. Selain itu, penyidik memeriksa keterlibatan delapan perusahaan swasta yang diduga bekerja sama dengan tersangka CS, Direktur Pengembangan Bisnis PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI). Perusahaan-perusahaan tersebut meliputi PT PDSU, PT AF, PT AP, PT MT, PT BMM, PT SUJ, PT DSI, dan PT MSI.
“Apakah ada unsur aliran dana yang melibatkan regulator bersama perusahaan-perusahaan tersebut akan terus didalami,” tambah Harli.
















