
Bisalanews.id, Parmout — Warga Kecamatan Parigi Selatan digegerkan dengan temuan sejumlah alat berat yang terparkir di area yang tidak biasa.
Sebanyak enam unit excavator merek Zoomlion terlihat berada di samping Sekolah Dasar Kecil (SDK) Olobaru pada Rabu (15/04/2026).
Salah seorang warga mengaku melihat langsung keberadaan alat berat tersebut saat melintas di lokasi.
Ia menyebutkan bahwa posisi alat-alat itu berada di area parkiran yang berdekatan dengan lingkungan sekolah.
“Saya lihat ada enam unit excavator di samping SDK Olobaru. Itu terlihat jelas dan tidak seperti biasanya,” ujarnya saat dimintai keterangan.
Ia mempertanyakan keberadaan alat berat tersebut, apakah hanya sekadar parkir sementara atau justru sengaja disembunyikan.
Menurutnya, lokasi tersebut cukup mencurigakan mengingat bukan area proyek resmi.
Kemudian salah satu warga, AY juga mengaitkan temuan ini dengan informasi yang beredar mengenai adanya penyisiran oleh aparat penegak hukum terhadap aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Parigi Moutong.
“Informasinya ada utusan dari Mabes Polri dan Polda Sulawesi Tengah yang sedang melakukan penyisiran di beberapa titik PETI. Jadi wajar kalau masyarakat curiga,” tambahnya.
Keberadaan alat berat di lokasi yang dekat dengan fasilitas pendidikan dinilai menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.
Apalagi, aktivitas PETI selama ini menjadi perhatian serius pemerintah dan aparat keamanan.
Sejumlah warga berharap pihak berwenang segera memberikan penjelasan terkait status alat berat tersebut, termasuk kepemilikan dan tujuan keberadaannya di lokasi tersebut.
Selain itu, masyarakat juga meminta agar dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan tidak adanya aktivitas ilegal yang berpotensi merusak lingkungan dan membahayakan keselamatan warga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait, baik dari pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum mengenai temuan tersebut.
Situasi ini pun menjadi perhatian publik, mengingat upaya penertiban PETI tengah gencar dilakukan di berbagai wilayah di Sulawesi Tengah, termasuk di Kabupaten Parigi Moutong.














