
Bisalanews.id – Presiden terpilih Prabowo Subianto tinggal menghitung hari sebelum resmi dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia.
Prabowo akan mengambil alih kepemimpinan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 20 Oktober 2024, menghadapi berbagai tantangan, salah satunya kondisi ekonomi yang kompleks akibat melemahnya daya beli masyarakat.
Salah satu tantangan utama yang diwariskan dari era Jokowi adalah penurunan daya beli yang terlihat dari tren deflasi selama lima bulan berturut-turut.
Fenomena ini mengindikasikan menurunnya permintaan konsumen terhadap barang dan jasa, yang menjadi salah satu tanda lemahnya perekonomian domestik.
Menurut data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia mengalami deflasi selama lima bulan terakhir, yang sebagian besar disebabkan oleh rendahnya konsumsi rumah tangga.
Melemahnya daya beli ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang melanda banyak sektor industri, serta meningkatnya beban ekonomi akibat tingginya utang pribadi dan maraknya judi online di masyarakat.
Gelombang PHK yang melanda berbagai sektor, terutama manufaktur dan teknologi, telah membuat banyak keluarga kehilangan sumber pendapatan utama mereka.
Dampaknya adalah turunnya kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dasar, yang pada gilirannya berkontribusi terhadap menurunnya permintaan barang dan jasa di pasar.
Selain itu, peningkatan jumlah utang pribadi melalui pinjaman online yang tidak terkelola dengan baik, serta fenomena judi online yang merajalela, turut memperparah kondisi ekonomi masyarakat.
Banyak warga yang terjebak dalam lingkaran utang dan kecanduan judi, yang akhirnya mengurangi daya beli dan memperlebar kesenjangan ekonomi.
Memasuki masa kepresidenan, Prabowo Subianto akan menghadapi tantangan besar dalam membangkitkan kembali daya beli masyarakat dan mengatasi dampak ekonomi dari faktor-faktor tersebut.
Salah satu prioritas utama yang diharapkan dari pemerintahannya adalah pemulihan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja, pengendalian utang pribadi, serta regulasi lebih ketat terhadap judi online yang merugikan masyarakat.
“Kondisi ekonomi saat ini membutuhkan intervensi yang cepat dan tepat untuk mengembalikan stabilitas. Kami akan fokus pada program pemulihan ekonomi yang dapat meningkatkan daya beli masyarakat dan memperbaiki situasi yang ada,” ujar salah satu penasihat ekonomi Prabowo.
Dalam kampanyenya, Prabowo telah menjanjikan sejumlah kebijakan ekonomi yang berpihak pada rakyat kecil, termasuk penciptaan lapangan kerja baru melalui investasi sektor pertanian, maritim, dan industri kreatif.
Ia juga berencana untuk memperkuat regulasi keuangan guna melindungi masyarakat dari jeratan utang pinjaman online yang tidak terkendali, serta menindak tegas praktik-praktik judi online yang merugikan.
“Kami akan memastikan bahwa kebijakan kami difokuskan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam hal pemulihan daya beli dan kesejahteraan ekonomi,” ungkap Prabowo dalam salah satu pidatonya.
















