
Bisalanews.id – Menteri Sosial Tri Rismaharini atau yang akrab disapa Risma, kembali menunjukkan langkah proaktif dalam penanganan bencana dengan memanfaatkan jaringan Radio Amatir Penduduk Indonesia (RAPI).
Dalam kunjungannya ke pengungsian di sekitar Gunung Merapi, Mensos Risma mengoptimalkan RAPI untuk memudahkan proses komunikasi dan koordinasi dengan berbagai unsur terkait, tanpa khawatir akan kendala jaringan saat bencana terjadi.
RAPI dikenal memiliki berbagai keunggulan dalam situasi darurat.
Pada kesempatan tersebut, Mensos Risma berkomunikasi dengan Sekjen Kemensos RI, Roben Rico, melalui jaringan RAPI.
Komunikasi antara keduanya berlangsung dengan sangat jelas, membuktikan efektivitas jaringan ini dalam kondisi krisis.
Mensos Risma memberikan instruksi langsung kepada Roben Rico untuk memanfaatkan jaringan RAPI dalam komunikasi dengan Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang tersebar di lokasi-lokasi bencana di seluruh Indonesia.
Langkah ini diambil untuk memastikan koordinasi yang cepat dan efektif, guna mempercepat respons dan penanganan bencana.
“Dengan memanfaatkan jaringan RAPI, kita bisa memastikan komunikasi yang lancar dan tidak terganggu oleh kendala jaringan yang sering kali terjadi saat bencana,” ujar Mensos Risma.

Keputusan ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan bencana di berbagai daerah.
Jaringan RAPI telah terbukti andal dalam berbagai situasi darurat, dan kini dioptimalkan oleh Kementerian Sosial sebagai salah satu solusi utama untuk menghadapi tantangan komunikasi di lapangan.
Dukungan dari berbagai pihak diharapkan terus mengalir untuk memperkuat upaya ini.
Keunggulan Jaringan RAPI dalam Penanganan BencanaJaringan Radio Amatir Penduduk Indonesia memiliki beberapa keunggulan yang membuatnya ideal untuk digunakan dalam situasi darurat, seperti:
1. Ketahanan terhadap gangguan:
RAPI tidak tergantung pada infrastruktur telekomunikasi yang bisa rusak akibat bencana.
2. Jangkauan luas:
Sinyal radio dapat menjangkau area yang luas, termasuk daerah terpencil.
3. Fleksibilitas dan mobilitas:
Radio amatir mudah dipindahkan dan dioperasikan dari berbagai lokasi.
Dengan mengoptimalkan penggunaan RAPI, Kementerian Sosial berusaha memastikan bahwa komunikasi selama penanganan bencana tetap terjaga, sehingga bantuan dapat disalurkan dengan cepat dan tepat kepada para korban.
Langkah yang diambil oleh Mensos Risma ini menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas penanganan bencana di Indonesia.
Dengan memastikan bahwa alat komunikasi yang handal dan terbukti efektif selalu tersedia, diharapkan penanganan bencana dapat dilakukan dengan lebih baik dan efisien.
Inisiatif ini juga menunjukkan pentingnya inovasi dan adaptasi teknologi dalam menghadapi situasi krisis.
Mensos Risma berharap, dengan dukungan penuh dari semua pihak, penanganan bencana di Indonesia akan semakin membaik dan dapat meminimalkan dampak negatif bagi masyarakat yang terkena musibah.
Dengan demikian, langkah Mensos Risma dalam mengoptimalkan jaringan RAPI bukan hanya sebagai solusi jangka pendek, tetapi juga sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam penanganan bencana di Indonesia.
















