
Bisalanews.id,Parmout – Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, memberikan perhatian serius terhadap bencana banjir bandang yang melanda beberapa desa di Kecamatan Palasa dan Tomini.
Penjabat (Pj) Bupati Parigi Moutong, Richard Arnaldo, yang meninjau langsung kondisi masyarakat terdampak, menegaskan bahwa pihaknya berupaya memaksimalkan penanganan selama masa tanggap darurat.
“Yang pastinya kita lakukan penyelamatan jiwa dulu. Alhamdulillah, berdasarkan hasil laporan asesmen, tidak ada korban jiwa. Namun, ada korban luka-luka dan terdampak secara psikis, yang sudah mendapatkan penanganan prioritas dari instansi kesehatan,” ujar Richard Minggu (17/03/2025).
Untuk Desa Ulatan, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Parigi Moutong tengah melakukan normalisasi sungai guna mencegah banjir susulan.
Sementara itu, Desa Ogoansam dan Bambasiang telah ditangani langsung oleh 14 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sesuai tugas pokok dan fungsinya.
“Kemarin Pak Sekda sudah membagi tugas kepada OPD, siapa menangani apa, baik OPD Kabupaten maupun yang dari Provinsi Sulawesi Tengah,” jelasnya.
Terkait putusnya jembatan penghubung antara Desa Ogoansam dan Bambasiang, Pemda Parigi Moutong telah mengusulkan penggunaan jembatan sementara dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BLI) kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
“Mudah-mudahan bisa disetujui karena Pak Gubernur sangat responsif terhadap kondisi Parigi Moutong,” tuturnya.
Richard juga melaporkan kondisi pasca banjir bandang ini kepada Gubernur Sulawesi Tengah pada Kamis (15/03/2025).
Ia memastikan bahwa penanganan rumah warga yang hilang dan rusak berat sudah dalam tahap pendataan oleh dinas terkait.
“Untuk sementara, warga masih menggunakan tenda, tetapi kami berencana membangun hunian sementara yang anggarannya dialokasikan dari Biaya Tidak Terduga (BTT) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD),” ungkapnya.
Selanjutnya Richard mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana di tengah musim penghujan.
“Kami berharap masyarakat sabar dan tetap waspada. Untuk yang tinggal di bantaran sungai, harap memperhatikan kondisi alam,” pungkasnya.
















