
Bisalanews.id– Kota Bitung menjadi saksi terjadinya penyerangan yang meresahkan pada Hari Sabtu, 25 November 2023, yang dilakukan oleh kelompok yang mengatasnamakan etnis Minahasa.(26/11/2022)
Penyerangan tersebut berlangsung sebagai respons atas Aksi Damai bela Palestina yang dijalankan oleh sejumlah kelompok pada hari yang sama.
Sayangnya, penyerangan tersebut menyisakan coretan hitam dalam kehidupan beragama dan etnis di wilayah Sulawesi Utara.
Pemuda Muhammadiyah Bolaang Mongondow dengan tegas mengecam tindakan tidak manusiawi yang dilakukan oleh kelompok yang menyandang atribut etnis tertentu dalam penyerangan tersebut.
Ketua Pemuda Muhammadiyah Bolmong, Ahmad Safrun Mokoagow, menegaskan bahwa tindakan kelompok tersebut yang membawa bendera Zionis Israel menjadi sangat meresahkan.
Mengingat Indonesia tidak menjalin hubungan diplomatik dengan Israel, pengibaran bendera Israel dilarang sesuai dengan Peraturan Menteri Luar Negeri tahun 2019.
Ahmad Safrun Mokoagow memohon kepada aparat keamanan untuk segera menangkap oknum-oknum provokator yang terlibat dalam penyerangan tersebut guna menghindari penyebaran kasus ini ke wilayah lain.
“Kami telah hidup dalam harmoni dan keberagaman etnis serta agama di Sulawesi Utara.
Jangan biarkan sikap yang mengatasnamakan organisasi etnis tertentu merusak kebersamaan ini.
Sulut adalah milik semua etnis, bukan hanya satu,” tegas Ahmad.
Sementara itu, Pemuda Muhammadiyah Bolmong juga mengimbau kepada umat Islam di Sulawesi Utara, khususnya di Bolaang Mongondow, untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh kejadian di Bitung.
Ahmad menyerukan agar aparat keamanan mengambil alih penyelesaian kasus tersebut sambil meminta agar umat Islam menahan diri dari tindakan yang tidak diinginkan.
Ia juga menekankan pentingnya tidak terpengaruh oleh informasi di media sosial yang belum terverifikasi kebenarannya.
Sebelumnya, Irjen. Pol. Drs. Setyo Budiyanto, SH, MH, selaku Kapolda Sulawesi Utara, menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Kota Bitung dan Sulawesi Utara secara keseluruhan atas kerjasama dalam menjaga situasi yang kini relatif kondusif.
Kapolda menggarisbawahi komitmennya untuk terus menjaga keamanan di wilayah Sulut dengan maksimal.
“Kami berupaya keras untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Sulawesi Utara, sebuah daerah yang sangat menghargai toleransi dan kehidupan beragama yang damai,” ungkapnya.
Peristiwa ini menandai pentingnya menjaga kerukunan antar-etnis serta pentingnya menghindari tindakan provokatif yang dapat memecah belah keberagaman Sulawesi Utara.
Diharapkan penanganan tegas dari pihak berwenang dan kesadaran bersama akan menjadi kunci menjaga harmoni yang telah lama terbina di daerah ini.
















