
BISALANEWS.ID-Lembaga Pemasyarakatan adalah tempat untuk melakukan pembinaan terhadap warga binaan pemasyarakatan . Sebelum dikenal istilah Sistem Pemasyakatan, di kenal dengan Sistem Kepenjaraan yang bernuansa menakutkan, menyeramkan dan identik dengan kekerasan fisik yang sangat menakutkan oleh perilaku oknum oknum pegawai yg kadang menganut sistem balas dendam dengan nuansa kekerasan.
Undang-Undang yang terbaru Nomor 22Tahun 2022 merupakan undang-undang yang reformis yg menyempurnakan undang undang sebelumnya yaitu UU No 12 1995 mengatur tentang sistem Pemasyarakatan terkini yang mengedepankan sistem pembinaan, perawatan, dan pembimbingan yang mengayomi, membina, merawat, membimbing wbp agar menjadi manusia seutuhnya, memulihkan hidup, penghidupan dan kehidupan agar menjadi pribadi yg bermanfaat bagi diri, lingkungan dan masyarakat serta bertaubat tidak akan mengulangi perbuatannya.
Penerapan Undang-Undang Nomor 22 tahun 2022 untuk Lapas Boalemo dianggap sangat berhasil menurut penilaian dan pantahuan Insan Media. Hal dikarenakan dari semua segi layanan publik, riil program pembinaan, tehnik dan metoda sentuhan pelayanan sangat luar biasa, diantaranya etika penerimaan tamu sampai dengan penerapan program layanan pembinaan terhadap wbp sangat mengagumkan dan sangat menyentuh.
Dari personil front office sampai dengan tipe pimpinan Lapas terlihat sangat santun dalam menerima tamu siapapun tanpa pilah pilih sampai dengan layanan kunjungan keluarga wbp untuk program sambung rasa dengan keluarganya.
Lapas kelas II B Boalemo Gorontalo yang di pimpin oleh Giyono sangat adem pasalnya setiap wbp yang masuk di dalam Lapas di bina layaknya seorang anak dengan bapaknya, seorang guru dengan muridnya, seorang dokter dengan pasienya dan seorang ustadt dengan santrinya.

Minat, bakat dan talenta para wbp sangat diperhatikan dan dikembangkan, seperti program khaataman Alqur’an, pemberantasan buta aksara Al’quran, pembekalan materi khutbah yang berkolabirasi dg Kemenag Boalemo menjadi ikon pembinaan rohani islam yang pada akhirnya untuk menguji kepintaran dan kefasehan membaca menghadirkan para penyuluh dan penguji dari Kementrian agama Kabupaten Boalemo maupun Ustadt Ustadt dari Rumah Tafist Quran diseputaran Boalemo.
Para warga binaan yang masuk di Lapas berubah sangat drastis dari segi perilaku, sifat, karakter menuju kearah yg baik membentuk Ahklaqul kharimah.
Kondisi ini tidak luput dari sentuhan hati dan tangan sang kepala lapas kelas IIB Boalemo bersama seluruh jajaran yang sudah berkometment memberikan pelayanan yang terbaik, sepenuh hati tanpa diskriminasi.
Informasi yang di himpun oleh Media ini secara khusus dan mewawancarai beberapa wbp yang di besuk dia antaranya Erwin yasin yang mengatakan bahwa sangat bersyukur dapat di bina Di Lapas Kelas II B Boalemo karena dapat merubah karakter, sifat, kepribadian dan pengetahuannya, proses perubahan menjadi pribadi yang baik santun, beretika berilmu dan benar adanya dengan mencontohkan dirinya sendiri, tutupnya.
Sumber : Rifai Pakaya
















