
Parigi Moutong, Bisalanews.id– Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kabupaten Parigi Moutong meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah.
Kesiapsiagaan tersebut menjadi bagian dari langkah antisipasi Dinas Sosial Kabupaten Parigi Moutong menyusul mulai dirasakannya kabut asap di sejumlah wilayah.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial Kabupaten Parigi Moutong, Rahmad A. Rifai, yang juga merupakan akademisi, menyampaikan bahwa kondisi kabut asap perlu direspons dengan kesiapsiagaan sejak dini.
Menurut Rahmad, TAGANA memiliki peran penting dalam penanganan situasi kebencanaan, khususnya dalam memberikan respons awal apabila kondisi kabut asap berkembang dan berdampak terhadap masyarakat.
“TAGANA harus selalu siap. Dalam situasi seperti ini, kesiapsiagaan menjadi penting karena kita tidak hanya berbicara tentang kondisi asap, tetapi juga potensi dampaknya terhadap masyarakat,” ujar Rahmad. Senin (05/10/2026)
Ia menjelaskan, langkah kesiapsiagaan TAGANA mencakup pemantauan kondisi di lapangan, koordinasi dengan unsur terkait serta kesiapan personel apabila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk membantu masyarakat.
Rahmad juga mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh kabut asap. Selain mengganggu jarak pandang, paparan asap dapat berdampak terhadap kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia dan masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.
“Yang paling penting adalah pencegahan. Masyarakat harus mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kabut asap semakin pekat dan menggunakan perlindungan seperti masker,” katanya.
Di sisi lain, TAGANA juga diarahkan untuk memperkuat koordinasi dengan Dinas Sosial, BPBD, pemerintah kecamatan dan desa serta unsur TNI-Polri dalam menghadapi kemungkinan perkembangan situasi.
Kesiapsiagaan tersebut dinilai penting karena kondisi kabut asap dapat berubah dengan cepat mengikuti arah angin dan perkembangan titik kebakaran di wilayah lain.
Rahmad menegaskan, masyarakat tidak perlu panik, namun tetap harus meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah.
“Prinsipnya, kita siaga sebelum terjadi kondisi yang lebih buruk. Masyarakat tenang, tetapi tetap waspada,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan maupun sampah yang dapat memperburuk kualitas udara dan meningkatkan potensi terjadinya kebakaran.
TAGANA Parigi Moutong, kata Rahmad, akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak sebagai bagian dari upaya memastikan respons cepat apabila terjadi kondisi darurat akibat kabut asap.
“TAGANA hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan respons dan bantuan ketika situasi kebencanaan membutuhkan penanganan cepat,” pungkasnya.













