
Bisalanews.id, Parmout – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong, Rivai, membenarkan peristiwa tenggelamnya kapal tangkap KM.Berkah Ilahi 06 di perairan Desa Bolano, Kecamatan Bolano, Kabupaten Parigi Moutong, pada Sabtu malam (21/02/2026) sekitar pukul 21.00 Wita.
Rivai mengatakan, pihaknya menerima laporan dari masyarakat dan nelayan setempat terkait adanya kapal yang tenggelam saat beroperasi di wilayah tersebut.
Kapal diketahui milik H. Umar Huwolo dan berangkat melaut seperti biasanya sebelum akhirnya dilaporkan tidak kembali ke dermaga.
“Benar, kami menerima informasi bahwa telah terjadi peristiwa tenggelamnya kapal KM.Berkah Ilahi 06 di perairan Bolano. Kejadiannya sekitar pukul 21.00 Wita,” ujar Rivai saat dikonfirmasi, Minggu (22/02/2026).
Menurut informasi yang dihimpun BPBD, kapal tersebut tenggelam secara keseluruhan di tengah laut.
Insiden itu sempat membuat panik keluarga korban dan nelayan sekitar yang berada di lokasi perairan Desa Bolano.
Pemilik kapal, H. Umar Huwolo, juga membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut kapal yang tenggelam merupakan kapal tangkap miliknya yang selama ini rutin beroperasi di perairan setempat.
“Benar, itu kapal tangkap milik saya. Tenggelamnya cukup cepat sampai kapal tidak bisa diselamatkan,” ungkap Umar.
Meski kapal tenggelam total, Umar memastikan seluruh anak buah kapal (ABK) berhasil selamat.
Ia mengaku bersyukur tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Alhamdulillah semua ABK saya selamat. Ada yang dibantu nelayan sekitar, dimuat ke perahu mereka, dan sebagian lainnya bertahan menggunakan rakit,” katanya.
Umar menjelaskan, dirinya baru menerima kabar tenggelamnya kapal sekitar pukul 22.00 Wita atau satu jam setelah kejadian.
Mendapat informasi itu, ia langsung mengerahkan kapal miliknya yang lain untuk membantu proses evakuasi.
“Saya dapat kabar sekitar jam 10 malam. Begitu tahu, saya langsung kirim kapal saya yang lain untuk membantu evakuasi ABK yang masih di laut,” jelasnya.
Sebagian ABK yang sempat terombang-ambing di tengah gelombang berhasil dijemput menggunakan kapal milik Umar.
Sementara beberapa lainnya lebih dulu dievakuasi oleh nelayan yang kebetulan berada di sekitar lokasi kejadian.
Rivai menambahkan, pihak BPBD terus melakukan koordinasi dengan aparat terkait untuk memastikan seluruh ABK benar-benar dalam kondisi aman serta melakukan pendataan atas kejadian tersebut.
“Syukur tidak ada korban jiwa. Kami tetap melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan situasi terkendali,” tutur Rivai.
Hingga kini, penyebab pasti tenggelamnya KM Berkah Ilahi 06 masih dalam penelusuran.
Belum ada keterangan resmi apakah insiden tersebut dipicu faktor cuaca, kerusakan teknis, atau penyebab lainnya.
Sementara itu, dalam pernyataan terpisah, Nasar Pakaya yang merupakan orang kepercayaan H. Umar Huwolo menyebut kerugian akibat tenggelamnya kapal tersebut diperkirakan mencapai Rp2 miliar.
“Perkiraan sementara, kerugian kurang lebih Rp2 miliar, termasuk kapal dan seluruh perlengkapan tangkap di dalamnya,” ujarnya.
Meski mengalami kerugian besar, pihak pemilik kapal tetap bersyukur karena seluruh ABK berhasil selamat dari peristiwa nahas tersebut.
















