Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
KesehatanLingkungan Hidup

168 Kasus Tercatat, Pemkab Parimo Tetapkan Malaria Sebagai KLB

×

168 Kasus Tercatat, Pemkab Parimo Tetapkan Malaria Sebagai KLB

Sebarkan artikel ini
Pemkab Parimo Tetapkan Malaria Sebagai KLB. foto: istimewa

Bisalanews.id, Parigi Moutong, Sulteng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong resmi menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) terkait merebaknya kasus malaria di wilayah tersebut. Penetapan ini diambil menyusul laporan adanya 168 kasus sepanjang Januari hingga Agustus 2025.

Plt. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong, Moh Rivai, menyampaikan bahwa keputusan ini didasarkan pada Surat Keputusan Bupati Parigi Moutong Nomor 300.2.2/809/BPBD tentang status siaga darurat penanganan bencana non alam KLB malaria 2025.

Example 300x600

“Status KLB ini menjadi langkah penting agar penanganan bisa dilakukan lebih masif demi menekan angka penyebaran penyakit,” ungkap Rivai, Senin (1/9/2025).

Baca juga :  Kapolri Perintahkan Pengusutan Tuntas Kasus Penembakan di Polres Solok Selatan

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI turut memberikan perhatian terhadap kondisi ini. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menilai langkah cepat Pemkab Parimo sudah tepat mengingat peningkatan kasus yang cukup signifikan.

Ia mengingatkan bahwa Kabupaten Parimo baru saja memperoleh status eliminasi malaria pada Juni 2024. Namun, dalam kurun waktu kurang dari setahun, kembali terjadi lonjakan kasus yang salah satunya dipicu penularan dari pekerja tambang.

Baca juga :  Yuradit dan Desi Terpilih Sebagai Putra-Putri Pariwisata Poso 2025

“Kasus positif pertama kali muncul dari pekerja tambang dengan riwayat penularan impor asal Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, yang kemudian berkembang menjadi kasus indigenous di Parimo,” jelas Aji.

Dengan status KLB ini, pemerintah daerah bersama instansi terkait akan memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian malaria, termasuk langkah surveilans, pengobatan, serta sosialisasi kesehatan kepada masyarakat.

Total Views: 2410

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *