
Bisalanews.id, Parmout – Berbagai keluhan masyarakat terkait ancaman bencana, keterbatasan infrastruktur, hingga kebutuhan peningkatan ekonomi dan pendidikan masih menjadi persoalan nyata di wilayah Kecamatan Parigi Tengah, Kabupaten Parigi Moutong.
Kondisi ini mendorong warga untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada wakil rakyat agar mendapat perhatian serius dalam kebijakan pembangunan daerah.
Menjawab keluhan tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Arnol Aholai melaksanakan agenda Reses Masa Persidangan Tahun 2026 di Desa Pelawa, Kamis (23/04/2026). Kegiatan ini menjadi ajang strategis untuk menyerap berbagai aspirasi masyarakat lintas sektor.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Camat Parigi Tengah, Masernawati, S.Ajam, S.E., jajaran kepala desa dan sekretaris desa se-Kecamatan Parigi Tengah, perwakilan Wanita Islam Alkhairaat (WIA), tokoh pendidik, tokoh adat, serta tokoh pemuda.
Dalam dialog terbuka, warga menyampaikan kekhawatiran terhadap potensi bencana yang kerap mengancam keselamatan masyarakat, terutama saat musim kemarau dan musim penghujan.
Kepala Desa Binangga mengungkapkan perlunya pengadaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di setiap desa sebagai langkah antisipasi dini terhadap kebakaran hutan yang rawan terjadi saat kemarau.
Selain itu, ancaman banjir bandang juga menjadi perhatian serius. Warga mengusulkan pembangunan beronjong di Kuala Desa Binangga guna menahan abrasi dan luapan sungai yang berpotensi berdampak hingga ke Desa Jononunu dan Desa Pelawa.
Di luar isu kebencanaan, masyarakat juga mengeluhkan kondisi infrastruktur yang masih membutuhkan perhatian. Salah satunya adalah akses jalan menuju area pekuburan di Dusun II Desa Pelawa yang belum memadai.
Warga juga mendesak pembangunan drainase di Dusun III dan Dusun V guna mengatasi genangan air saat musim hujan yang sering mengganggu aktivitas masyarakat.
Keluhan lainnya datang dari sektor ekonomi, di mana masyarakat berharap adanya bantuan ternak ayam kampung sebagai stimulus untuk meningkatkan pendapatan keluarga dan memperkuat ketahanan ekonomi pasca pandemi.
Sementara itu, lembaga adat dari sejumlah desa di Kecamatan Parigi Tengah juga menyuarakan kebutuhan akan pengadaan pakaian adat resmi bagi tokoh adat. Hal ini dinilai penting untuk memperkuat identitas budaya serta peran kelembagaan adat di tengah masyarakat.
Di bidang pendidikan dan keagamaan, warga mengeluhkan kondisi sarana belajar yang mulai rusak, khususnya di TK Alkhairaat Desa Pelawa. Mereka mengusulkan renovasi bangunan serta pengadaan mebeler baru demi kenyamanan proses belajar mengajar.
Selain itu, masyarakat juga mengharapkan pembangunan Taman Pengajian di Dusun V sebagai wadah pembinaan karakter religius bagi generasi muda di desa.
Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Arnol Aholai menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh aspirasi yang telah disampaikan agar dapat masuk dalam prioritas pembangunan daerah.
“Seluruh aspirasi, mulai dari keselamatan desa, infrastruktur, hingga pendidikan dan budaya telah kami catat. Saya akan berupaya maksimal memperjuangkannya dalam pembahasan anggaran ke depan,” ujarnya.
Arnol juga menambahkan bahwa kegiatan reses akan terus dilanjutkan di titik-titik lainnya guna menjangkau lebih banyak masyarakat, sehingga seluruh kebutuhan warga dapat terakomodasi secara merata.
















