
Bisalanews.id, Parmout – Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kelurahan Bantaya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, turun langsung dalam kegiatan pembersihan saluran air (sungai) di wilayah Kelurahan Bantaya sebagai langkah nyata mitigasi bencana, khususnya pencegahan banjir. Rabu (15/04/2026)
Kegiatan gotong royong ini dipimpin oleh Ketua Relawan Bandayo FPRB, Mahbub Sulaeman, bersama para pengurus serta melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).
Aksi ini menyasar titik-titik strategis yang selama ini kerap mengalami penyumbatan akibat sedimentasi dan sampah.
Pembersihan dilakukan di lima lokasi berbeda dengan target normalisasi aliran air menuju arah timur atau kawasan pantai.
Pada lokasi pertama, tim melakukan pembersihan di saluran air di Jalan Trans Sulawesi, tepatnya di sekitar Rumah Makan Padang, dengan akses masuk melalui halaman rumah Guru Saleh (Muin). Di titik ini, normalisasi ditargetkan sepanjang 50 meter.
Selanjutnya, lokasi kedua berada di saluran air yang diakses melalui rumah Pak Idrus dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dengan target pembersihan sepanjang 50 meter oleh tim gabungan DLH dan FPRB.
Untuk lokasi ketiga, kegiatan dipusatkan di Jalan KH Dewantatea, tepatnya di plat deker rumah Pak Ipang. Pembersihan di lokasi ini melibatkan BPBD bersama pihak Kelurahan Bantaya dengan target normalisasi sepanjang 100 meter.
Sementara itu, lokasi keempat berada di Jalan Pramuka, dengan akses masuk melalui jembatan dekat rumah H. Taher. Tim dari Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar) bertugas melakukan normalisasi sepanjang 100 meter.
Adapun lokasi kelima berada di kawasan Jalan Yos Sudarso yang menjadi tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPRP).
Pembagian tugas lintas instansi ini melibatkan Dinas Perkim di lokasi pertama, DLH bersama FPRB di lokasi kedua, BPBD dan Kelurahan Bantaya di lokasi ketiga, Satpol PP dan Damkar di lokasi keempat, serta PUPRP di lokasi kelima.
Ketua Relawan Bandayo FPRB Bantaya, Mahbub Sulaeman, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi nyata antara masyarakat dan pemerintah dalam menjaga lingkungan.
“Kegiatan ini adalah wujud kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah. Kami ingin memastikan saluran air tetap berfungsi dengan baik, sehingga dapat mencegah terjadinya banjir, terutama saat musim hujan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya tidak membuang sampah ke saluran air.
“Kalau bukan kita yang menjaga lingkungan, siapa lagi. Melalui kegiatan ini, kami juga mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, khususnya ke saluran air,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Selain itu, sinergi antara pemerintah dan warga juga diharapkan semakin kuat dalam upaya pengurangan risiko bencana di wilayah Kabupaten Parigi Moutong.
















