
Bisalanews.id, Parmout – TK Negeri 1 Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), menanamkan nilai-nilai karakter dan jiwa kewirausahaan kepada anak sejak usia dini melalui kegiatan Market Day. Kegiatan ini menjadi puncak dari dua pekan pembelajaran kokurikuler yang dikemas secara kontekstual dan berbasis pengalaman nyata.
Kepala TK Negeri 1 Parigi, Olivia Rishanty, mengatakan Market Day mengusung tema “Belajar Berwirausaha Sejak Usia Dini” dan merupakan implementasi dari pembelajaran 7 Kebiasaan Anak Sehat yang telah diberikan kepada peserta didik.
“Market Day ini adalah puncak dari dua pekan pembelajaran kokurikuler. Anak-anak tidak hanya belajar teori, tetapi langsung mempraktikkan pengalaman nyata yang dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka,” ujar Olivia di Parigi, Rabu (17/12/2025).
Menurutnya, pada usia dini anak masih berada pada fase pembentukan fondasi, sehingga pembelajaran tidak hanya berorientasi pada aspek pengetahuan, tetapi juga penanaman nilai karakter yang dipadukan dengan pembelajaran kontekstual.
Melalui kegiatan ini, sekolah menanamkan sejumlah nilai penting kepada anak, antara lain kemandirian, tanggung jawab, kemampuan berkomunikasi, serta pengenalan numerasi dan nilai mata uang. Anak-anak belajar menjalankan peran sebagai penjual dan pembeli, berinteraksi dengan lingkungan sekitar, serta memahami proses transaksi sederhana.
“Anak belajar mandiri melakukan sesuatu dengan usahanya sendiri, bertanggung jawab terhadap barang yang dijual, berinteraksi dan berkomunikasi, hingga mengenal nilai mata uang sebagai bagian dari pembelajaran matematika sederhana,” jelasnya.
Olivia menambahkan, penguatan literasi dan numerasi tidak hanya dilakukan saat Market Day, tetapi telah diterapkan secara rutin dalam kegiatan intrakurikuler. Setiap hari, anak dikenalkan pada angka, bilangan, nilai uang, hingga praktik transaksi sederhana.
“Harapannya, ketika anak melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya, mereka sudah memiliki pemahaman bahwa uang bukan sekadar angka, tetapi memiliki nilai nyata,” ungkapnya.
Dalam praktiknya, anak-anak juga dilatih berpikir kritis dan berhitung. Misalnya, ketika harga makanan Rp3.000 dan dibayar Rp5.000, anak diajak menghitung uang kembalian. Dari situ, anak belajar konsep pengurangan sekaligus memahami transaksi secara nyata.
Antusiasme orang tua dalam kegiatan ini pun sangat tinggi. Suasana Market Day tampak ramai layaknya kios-kios saat bulan Ramadan. Orang tua turut berbelanja sekaligus mendampingi anak-anak selama kegiatan berlangsung.
“Kegiatan ini juga menjadi momen bagi kami untuk melihat kemampuan anak dalam bersosialisasi dan berinteraksi dengan orang dewasa. Selama ini mereka lebih sering berinteraksi dengan teman sebaya,” katanya.
Hasil pengamatan menunjukkan perkembangan anak yang beragam. Ada yang tampil percaya diri, ada pula yang masih malu-malu, namun semuanya dinilai sebagai bagian dari proses belajar dan tumbuh kembang.
Market Day di TK Negeri 1 Parigi dilaksanakan secara rutin setiap tahun sebagai upaya membangun kolaborasi dan sinergi antara pendidikan di sekolah dan pendidikan di keluarga.
“Saya mewakili seluruh dewan guru mengucapkan terima kasih kepada orang tua atas dukungan luar biasa, mulai dari menyiapkan makanan dan minuman hingga mendampingi anak-anak selama kegiatan berlangsung,” ucap Olivia.
Melalui kegiatan ini, anak-anak memperoleh pembelajaran yang bermakna karena dirancang sesuai dengan realitas lingkungan mereka. Ke depan, pihak sekolah berharap penanaman karakter dapat terus berkembang melalui kerja sama berkelanjutan antara sekolah dan orang tua.
“Harapan kami, anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, berkarakter, bertanggung jawab, mampu bersosialisasi, serta memiliki bekal awal berwirausaha sejak usia dini,” pungkasnya.
















