Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Lingkungan Hidup

Menuju Laut Lestari 2026: Parigi Moutong Siapkan Langkah Strategis Sektor Kelautan

×

Menuju Laut Lestari 2026: Parigi Moutong Siapkan Langkah Strategis Sektor Kelautan

Sebarkan artikel ini
Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase foto bersama saat sosialisasi terkait ilegal fishing di Kecamatan Mepanga. Foto: Ist

Bisalanews.id, Parmout – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong kembali menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kelestarian laut dan memberantas praktik penangkapan ikan ilegal (illegal fishing) di perairan Teluk Tomini. Hal itu ditegaskan langsung oleh Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, S.Kom, saat membuka kegiatan Sosialisasi Pemberantasan Illegal Fishing di Kecamatan Mepanga, Selasa (11/11/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh Tim Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kasi Ruang Laut DKP Provinsi Sulteng Edy Kondorura, Kasat Pol Air, Kadis Kelautan dan Perikanan Parimo Dr. Moh Nasir, S.Pi, M.Si, serta sejumlah pejabat lainnya, seperti Kabag Kumdang Moko Arianto, SH, Forkopimcam Mepanga, para camat wilayah utara, kepala desa, kelompok nelayan, dan penyuluh perikanan.

Example 300x600

Dalam arahannya, Bupati Erwin menyoroti maraknya praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak dan zat kimia berbahaya seperti potasium sianida. Menurutnya, tindakan tersebut tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga merusak ekosistem laut yang menjadi rumah bagi ribuan spesies ikan.

Baca juga :  DPC PKB Parigi Moutong Gelar Dialog, Serap Aspirasi Masyarakat

“Praktik seperti ini bukan hanya merusak laut kita, tetapi juga merampas masa depan anak cucu kita. Laut adalah anugerah yang harus dijaga, dikelola, dan diwariskan dalam keadaan lestari,” tegas Bupati.

Dengan garis pantai terpanjang di Sulawesi Tengah, Parigi Moutong memiliki potensi bahari yang besar untuk menopang perekonomian daerah. Namun, potensi tersebut hanya akan bernilai jika pengelolaan sumber daya dilakukan secara bijak, berkelanjutan, dan berkeadilan bagi masyarakat pesisir.

Bupati juga menyerukan agar masyarakat pesisir ikut menolak segala bentuk praktik illegal fishing serta memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan nelayan lokal.

“Gerakan ini tidak boleh berhenti di tataran seremonial. Harus menjadi kesadaran kolektif agar laut Parigi Moutong tetap menjadi sumber kehidupan yang berkelanjutan,” ujarnya menegaskan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga membawa kabar menggembirakan bagi masyarakat pesisir. Ia menyampaikan bahwa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan membangun Kampung Nelayan Terintegrasi di Kecamatan Bolano.

Pembangunan ini akan meliputi infrastruktur perikanan, seperti pabrik es, dermaga tambatan perahu, serta fasilitas penunjang produksi dan distribusi hasil laut.

“Ini peluang besar bagi masyarakat pesisir. Saya sudah perintahkan seluruh perangkat daerah terkait bersama stakeholder untuk segera mempersiapkan dokumen pendukung, termasuk aspek hukum dan regulasinya, agar pada tahun 2026 bantuan dari KKP bisa direalisasikan,” kata Bupati optimistis.

Bupati Erwin juga menegaskan bahwa melalui program Gerbang Desa, pemerintah daerah berkomitmen memperkuat pemberdayaan masyarakat pesisir sebagai bagian dari kedaulatan pembangunan berkelanjutan sektor kelautan dan perikanan.

“Gerbang Desa akan menjadi pintu utama tumbuhnya ekonomi pesisir yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan,” tambahnya.

Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh pihak — dari pemerintah, aparat, hingga nelayan — untuk bersama-sama menjaga laut Parigi Moutong agar tetap produktif dan lestari.

“Mari kita jadikan laut kita tetap biru, ikan kita tetap melimpah, dan masyarakat nelayan kita semakin sejahtera,” pungkasnya.

Total Views: 2685

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *