Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Lingkungan Hidup

Ketua Front Amar Maruf Nahi Munkar Soroti Minimnya Pemberdayaan Warga di Parigi Moutong, Minta Pemda Evaluasi Lima Lurah

×

Ketua Front Amar Maruf Nahi Munkar Soroti Minimnya Pemberdayaan Warga di Parigi Moutong, Minta Pemda Evaluasi Lima Lurah

Sebarkan artikel ini
Ketua Front Amar Maruf Nahi Munkar Parigi Moutong, Nadjamudin Toampo. Foto : Arsip Bisalanews.id

Bisalanews.id, Parmout – Ketua Front Amar Maruf Nahi Munkar Parigi Moutong, Nadjamudin Toampo, menyoroti rendahnya semangat pemberdayaan masyarakat dalam tata kelola pemerintahan daerah.

Hal tersebut ia sampaikan dalam forum diskusi yang membahas berbagai isu strategis pembangunan dan kebencanaan di daerah.

Example 300x600

Menurut Nadjamuddin, lemahnya pelibatan masyarakat terlihat dari kegiatan pembersihan drainase di Kelurahan Bantaya yang masih didominasi oleh Aparatur Sipil Negara (ASN), tanpa keterlibatan langsung warga.

“Ini menjadi bukti bahwa pemberdayaan masyarakat masih sangat kurang. Seharusnya kegiatan seperti ini melibatkan warga secara aktif, bukan hanya dikerjakan oleh ASN,” ujarnya. Kamis (16/04/2026)

Baca juga :  Pohon Tua Ancam Listrik dan Keselamatan, PLN Parigi Dorong Kerja Sama Dengan Pemda

Ia juga menyinggung kebijakan efisiensi anggaran yang kerap dijadikan alasan oleh pemerintah daerah, namun berdampak pada terabaikannya program dan kegiatan yang menyentuh objek vital masyarakat.

Lebih lanjut, Nadjamuddin menilai rendahnya partisipasi masyarakat tidak terlepas dari pola kerja sama pemerintah yang cenderung menggunakan pendekatan proyek, bukan pendekatan program yang berkelanjutan dan mendorong semangat kolaboratif.

Baca juga :  Pemprov Sulteng Tinjau Langsung Lokasi Tambang Rakyat di Kayuboko, Dorong Penambangan Legal dan Berkelanjutan

“Selama ini kerja sama lebih berorientasi proyek, bukan membangun partisipasi jangka panjang. Akibatnya, masyarakat tidak merasa memiliki program yang dijalankan,” jelasnya.

Ia juga menyoroti kapasitas kepemimpinan di lima kelurahan yang dinilai belum mampu menggerakkan partisipasi masyarakat secara optimal karena kurangnya dukungan dari warga.

Sebagai solusi, Nadjamuddin mendorong pemerintah daerah untuk kembali menggalakkan semangat kolaboratif dan partisipatif antara masyarakat dan pemerintah di semua tingkatan, mulai dari kabupaten hingga kelurahan dan desa.

Baca juga :  Perketat Distribusi LPG 3 Kg, Wabup Parigi Moutong: Tidak Ada Toleransi bagi Pengecer Nakal

Selain itu, ia meminta adanya evaluasi terhadap kinerja pimpinan di lima kelurahan beserta jajarannya, guna memastikan fungsi pelayanan dan pemberdayaan masyarakat berjalan efektif.

Tak kalah penting, Nadjamuddin juga mengusulkan agar kegiatan rembuk warga kembali diaktifkan di tingkat kelurahan dan desa sebagai wadah komunikasi dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

“Rembuk warga penting untuk menyerap aspirasi dan membangun keterlibatan masyarakat secara langsung dalam setiap program pemerintah,” pungkasnya.

Total Views: 128

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *