Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Pendidikan

Siswa F Alami Tindakan bullying Di SMA Negeri 1 Parigi

×

Siswa F Alami Tindakan bullying Di SMA Negeri 1 Parigi

Sebarkan artikel ini
Spanduk yang dibentangkan oleh beberapa oknum sebagai upaya tindakan bullying terhadap siswa F di SMA Negeri 1 Parigi.

Bisalanews.id – Belum sepenuhnya pulih dari trauma psikis akibat penganiayaan yang diduga dilakukan oknum guru SMA Negeri 1 Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, kini siswi F harus menghadapi tindakan bullying.

Siswi F yang memilih tetap mengikuti proses belajar mengajar, mengalami tindakan bullying di lingkungan sekolahnnya, pada Sabtu, 9 November 2024.

Example 300x600

Tindakan bullying dilakukan melalui pemasangan spanduk, yang memuat penolakan keberadaan korban di SMA Negeri 1 Parigi.

Hanya saja, tidak diketahui pasti siapa yang menginisiasi gerakan pemasangan spanduk di sejumlah pagar depan ruang kelas SMA Negeri 1 Parigi tersebut.

Baca juga :  Klinik Kecerdasan Buatan (AI) untuk Redaksi Media: Kolaborasi Terbaru DSLNG dan AMSI Sulawesi Tengah

Baca Juga ☆☆ Siswi SMA di Parigi Moutong Jalani Pemeriksaan Psikologis

Namun, diduga upaya ini dilakukan akibat korban dan orang tuannya, memilih menyelesaian kasus penganiayaan yang dialaminya ke ranah hukum.

Menanggapi itu, Kuasa Hukum korban, Hartono, SH MH mengatakan, sangat menyayangkan tindakan para oknum tersebut.

Padahal saat dipertemukan di Polres Parimo, telah disepakati untuk bersama-sama menahan diri agar tidak membuat status di media sosial atau melakukan tindakan tertentu, yang dapat merugikan kedua belah pihak.

Sembari, kata dia, proses hukum di Polres Parimo tetap berjalan dan siswi F mendapatkan hak-haknya sebagai korban.

Baca juga :  Anak Pejabat Diduga Ikut Seleksi Mahasiswa Baru Poltekesos di Parigi Moutong

“Tapi kalau seperti ini, pihak dari oknum guru sepertinya tidak mau proses mediasi. Jadi kami juga menegaskan akan mempertimbangkan kembali proses perdamaian,” tukasnya.

Baca Juga ☆☆ Belum Bersepakat Damai, Oknum Guru SMA 1 Parigi Diproses Polisi

Sebab, pihaknya khawatir tindakan bullying yang dilakukan para oknum ini, akan memperparah kondisi psikologis anak korban.

“Penolakan anak korban untuk tidak bersekolah di SMA Negeri 1 Parigi, akan menimbulkan trauma lagi terhadap klien kami,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Parigi, Ardin mengaku, tidak mengetahui siapa yang menginisiasi pemasangan spanduk penolakan terhadap siswi F.

Ia mengatakan, pihaknya telah menyampaikan ke seluruh pihak di SMA Negeri 1 Parigi agar dapat menahan diri, karena sedang mengupayakan proses mediasi dengan orang tua siswi F.

Baca juga :  Mahasiswa Fasya UIN Datokarama Torehkan Prestasi di LEXFEST Festival 2025

“Saya ini sedang cari momen, bagaimana bisa ketemu dengan keluarganya (siswi F), supaya bisa memperbaiki keadaan ini. Tapi ada lagi seperti ini, saya tidak tahu,” tuturnya.

Kejadian ini, baru diketahuinya setelah mendapatkan informasi dari seseorang.

Padahal sebelumnya, pemasangan spanduk yang dipajang di pintu gerbang SMA Negeri 1 Parigi telah berhasil diturunkan.

Bahkan, ia telah menyampaikan pemberitahuan agar tidak ada lagi pemasangan spanduk, untuk memudahkan proses negosiasi yang sedang diupayakannya dengan pihak komite sekolah.

“Saya sudah minta, jangan-jangan. Kita sebagai pendidik tidak boleh seperti itu, karena akan itu sama haknya dalam menempuh pendidikan,” pungkasnya.

Total Views: 645

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *