Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Budaya

FTT Dikritik karena Ornamen Budaya Bali, Tokoh Parigi Moutong Berbicara

×

FTT Dikritik karena Ornamen Budaya Bali, Tokoh Parigi Moutong Berbicara

Sebarkan artikel ini

Bisalanews.id – Festival Teluk Tomini yang digelar di Desa Pelawa Baru, Kecamatan Parigi Tengah, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) telah menarik perhatian publik karena kontroversi ornamen budaya Bali yang dipajang. (29/06/2024)

Dua tokoh sentral Parigi Moutong, Ketua DPRD Kabupaten Parigi Moutong Suyutin Budianto Tongani dan Magau (Raja) Parigi H. Andi Tjimbu Tagunu, angkat bicara mengenai hal ini.

Example 300x600

Magau Parigi, H. Andi Tjimbu Tagunu, sangat menyayangkan keputusan dari pihak OPD terkait yang memilih untuk memajang ornamen budaya Bali dalam gelaran FTT 2024.

Baca juga :  Sekab Parigi Moutong Hadiri Lebaran Ketupat di Kelurahan Bantaya

Menurutnya, seharusnya ornamen budaya Kaili yang lebih ditonjolkan dalam acara berskala nasional ini.

“Saya selaku tokoh Adat Kaili sangat menyayangkan atas keputusan Kadis Pariwisata Parigi Moutong yang mengambil inisiatif sendiri tanpa meminta pendapat dari para petinggi Patanggota. Dan hal ini perlu pertimbangan Bupati apakah layak menjadi pimpinan,” ungkap Magau Parigi dengan tegas.

Baca juga :  Pemilihan Duta Genre Tingkat Kecamatan Se Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2023

Hal Senada di sampaikan oleh Ketua DPRD Kabupaten Parigi Moutong Suyutin Budianto Tongani, Saat dikonfirmasi awak media, ia menyatakan bahwa meskipun Festival Teluk Tomini 2024 yang sudah masuk dalam kalender nasional memang harus menampilkan beragam budaya Nusantara, namun sebaiknya budaya lokal daerah tetap menjadi ikon utama.

Baca juga :  SIA - SPBE Diluncurkan, Diskominfo Berharap Seluruh OPD Mengisi Proses Bisnis di Instansi Masing masing

“Dimanapun daerah, jika melaksanakan event nasional, mereka menampilkan budaya lokal daerahnya sebagai ikon utama kemudian didukung oleh budaya-budaya lain yang bermukim di daerah tersebut,” ujar Suyutin.

Menurutnya, hal ini penting untuk menunjukkan semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” yang mencerminkan keragaman budaya Indonesia.

Ia berharap ke depan kegiatan seperti ini memerlukan perbaikan dan koordinasi yang matang.

Total Views: 847

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *