Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
BudayaPendidikan

Pentas Akhir GSMS Parigi Moutong Siap Meriahkan Festival Teluk Tomini, Angkat Kearifan Lokal dan Seni Pelajar

×

Pentas Akhir GSMS Parigi Moutong Siap Meriahkan Festival Teluk Tomini, Angkat Kearifan Lokal dan Seni Pelajar

Sebarkan artikel ini
Monitoring di dua sekolah penerima program GSMS dari Disdikbud Kabupaten Parigi Moutong. Foto: Fita

Bisalanews.id, Parmout – Program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) di Kabupaten Parigi Moutong terus menunjukkan progres positif (22/10/2025).

Berdasarkan hasil monitoring, sejumlah sekolah peserta program telah mencapai tingkat kesiapan hingga 85 persen menjelang pelaksanaan pentas akhir yang akan digelar bersamaan dengan Festival Teluk Tomini pada November mendatang.

Example 300x600

Kegiatan monitoring GSMS dilakukan oleh tim dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta para seniman pendamping di sejumlah sekolah penerima program.

Tercatat, terdapat 15 sekolah penerima GSMS yang menjadi sasaran kegiatan, antara lain SD Negeri Kayuboko, SMPN 3 Parigi, SD Inpres 2 Toboli, SD Negeri Silanga, SD Inpres 1 Sidole, SMPN 1 Ampibabo, SD Negeri 1 Pinotu, SD Inpres 3 Tada, SMP Satap 1 Tinombo, SMP Negeri 1 Palasa, SMP Negeri 1 Tomini, SDN Gio, dan SMPN 1 Moutong.

Baca juga :  Wadek III dan Kaprodi Ilmu Hukum Unismuh Palu Sosialisasikan Virtual Account dan Beri Motivasi Mahasiswa di Kampus III Parigi

Koordinator GSMS Parigi Moutong, Ninong, menjelaskan bahwa sejumlah sekolah seperti SMP Model Toniasa, SD Negeri Inti Olaya, dan SD Negeri Kayuboko telah menunjukkan kemajuan signifikan.

“Kesiapan mereka sudah mencapai 80 sampai 85 persen. Kami optimistis semua peserta akan siap tampil pada puncak acara nanti,” ujarnya usai melakukan monitoring di SD Negeri Kayuboko, Rabu (22/10/2025).

Ia menambahkan, pentas akhir GSMS yang semula dijadwalkan pada awal Oktober bersamaan dengan Festival Gampiri kini dialihkan dan akan digabungkan dengan agenda besar Festival Teluk Tomini yang berlangsung pada 20–22 November 2025.

“Pentas akhir GSMS akan menjadi bagian dari festival tersebut agar karya para siswa bisa dikenal lebih luas,” kata Ninong.

Sementara itu, seniman pendamping Feriyanto menyebutkan, siswa-siswi dari SD Negeri Kayuboko telah mencapai 80 persen kesiapan dalam menampilkan seni tari kreasi mereka.

Tarian tersebut, lanjutnya, mengangkat kisah anak muda yang membantu orang tua mencari durian—menggambarkan kehidupan masyarakat lokal Parigi Barat yang dikenal sebagai daerah penghasil durian.

“Properti yang digunakan juga unik, seperti durian, senter kepala, dan keranjang. Ini bentuk apresiasi terhadap kearifan lokal,” tutur Feriyanto.

Dari sisi fotografi, seniman Isra Labudi dari SMP 3 Parigi melaporkan bahwa 16 dari 18 materi pembelajaran sudah rampung.

Ia kini fokus mempersiapkan siswa untuk menghadapi pameran karya seni yang akan digelar sebagai bagian dari penutupan program GSMS.

“Pertemuan berikutnya akan diarahkan untuk membimbing siswa menyiapkan karya yang akan dipamerkan,” jelas Isra.

Dalam kegiatan pembelajaran fotografi lanjutan, Isra juga mengajak siswa berkunjung ke situs-situs budaya seperti rumah raja dan peninggalan era Belanda guna melatih kemampuan mereka mengambil foto bertema sejarah.

“Kami juga mengambil gambar seni tari dan merekam proses siswa memainkan alat musik tradisional Parigi Moutong. Ini sekaligus menjadi sarana mengenalkan budaya daerah kepada generasi muda,” tambahnya.

Ia menyebut, pameran final nanti akan menampilkan 24 karya foto, disesuaikan dengan jumlah peserta program yang juga berjumlah 24 siswa.

Program GSMS di Parigi Moutong tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang ekspresi seni pelajar, tetapi juga sarana pelestarian budaya lokal dan penguatan karakter melalui seni.

Total Views: 3229

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *