Example 7970x250
Lingkungan Hidup

Ratusan Warga Demo PETI di Tinombo Selatan,Diduga Ada Kades dan Oknum Polisi Terlibat

×

Ratusan Warga Demo PETI di Tinombo Selatan,Diduga Ada Kades dan Oknum Polisi Terlibat

Sebarkan artikel ini
Massa aksi yang berkumpul di jembatan Desa Tada,Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong.28 Mei 2025.Foto Aswadin.

Bisalanews.id,Parmout – Ratusan warga yang tergabung dalam Persatuan Rakyat Tani (PRT) menggelar aksi demonstrasi menolak aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di Desa Tada, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Rabu (28/05/2025).

Aksi dimulai sekitar pukul 10.00 WITA dengan konvoi keliling sejumlah desa di wilayah Tinombo Selatan, sebelum massa berkumpul di jembatan Desa Tada sebagai titik utama aksi.

Baca juga :  946 Peserta Ikuti Sidang Menuju Rikkes II Penerimaan Polri 2025 di Polda Sulteng, 146 Lolos

Dalam demonstrasi ini, warga menyuarakan penolakan terhadap keberadaan tambang emas ilegal yang dituding telah merusak lahan pertanian dan mengakibatkan ribuan petani gagal panen.

“Sebanyak 6.000 hektare sawah terdampak akibat aktivitas tambang emas ilegal ini. Ini sangat meresahkan dan menghancurkan tanah kami,” ujar Koordinator Lapangan, Romansyah, dalam orasinya.

Romansyah juga menyebut bahwa penolakan terhadap PETI di wilayah tersebut telah dilakukan sejak 2012, namun hingga kini tidak ada tindakan tegas dari aparat penegak hukum.

Baca juga :  Disdikbud Parigi Moutong Sosialisasikan Sistem Baru Penerimaan Murid 2025

Bahkan, menurutnya, aktivitas tambang justru semakin marak.

“Kami menduga ada keterlibatan aparat desa dan oknum kepolisian dalam pembiaran ini. Petani bukannya sejahtera, tapi malah merugi,” tambahnya.

Dalam tuntutannya, massa meminta agar aparat desa, camat, dan kepolisian segera menandatangani kesepakatan bersama untuk menutup tambang ilegal di Kecamatan Tinombo Selatan.

Warga juga meminta agar para kepala desa di wilayah terdampak, seperti Tada Selatan, Oncone Raya, Tada Induk, Silutung, Tada Utara, Tada Timur dan Poly, turut hadir dan menyatakan sikap secara terbuka.

Baca juga :  FKPAPT Parigi Moutong Tanam 1000 Bibit Mangrove di Desa Mertasari Peringati Hari Lingkungan Hidup

“Kami tidak ingin perjuangan kami sia-sia. Sudah banyak aksi dilakukan, bahkan ada korban jiwa. Jika tuntutan ini tidak dipenuhi, maka kami akan menutup akses Jalur Trans Sulawesi,” tegas Romansyah.

Pantauan di lapangan, aksi demonstrasi yang berlangsung damai ini dijaga ketat oleh ratusan personel dari Polres Parigi Moutong untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

Total Views: 1983

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *