
Bisalanews.id – Sebanyak 51 orang pengungsi korban banjir bandang di Desa Sibalago, Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, dilanda penyakit flu dan batuk.
Ni Ketut Astini, penanggung jawab Posko Kesehatan Puskesmas Sienjo, mengatakan bahwa penyakit flu dan batuk mulai melanda para pengungsi sejak hari kedua dan ketiga pasca banjir bandang.
“Sampai saat ini, yang datang berobat didominasi oleh penyakit ringan seperti flu, batuk, dan pusing. Kami juga telah memberikan penanganan untuk korban yang mengalami luka lecet,” ungkap Ni Ketut kepada media ini, Selasa (25/6/2024).
Ni Ketut juga menyebut bahwa ketersediaan obat-obatan di Posko Kesehatan Puskesmas Sienjo masih cukup memadai.
Dalam penanganan kesehatan bagi para pengungsi selama dua hari pasca banjir, pihaknya dibantu oleh Baznas.
“Kami sangat terbantu dengan adanya Posko Kesehatan Baznas selama dua hari pasca banjir ini,” ucapnya.
Ni Ketut, yang juga warga Dusun II Desa Sibalago, merincikan data jumlah jiwa terdampak di empat dusun yang ada.
Terdapat 12 ibu hamil, 31 bayi, 81 balita, dan 120 lansia. Dari data tersebut, baru 3 bayi yang mendapatkan pengobatan di Posko Kesehatan Puskesmas Sienjo, sementara 28 lainnya dilaporkan dalam kondisi sehat.
“Untuk penanganan bagi balita, kami hanya memberikan vitamin guna mencegah penyakit,” kata Ni Ketut.
Lebih lanjut, Ni Ketut mengungkapkan bahwa kondisi ibu hamil dan lansia masih dalam keadaan baik, begitu juga dengan pengungsi lainnya, sesuai laporan dari petugas yang aktif mendatangi warga di titik pengungsian.
“Di posko kesehatan kami terdiri dari lima petugas, termasuk kepala puskesmas. Tiga diantaranya rutin setiap hari melakukan penanganan dan pengecekan kesehatan, baik di titik pengungsian maupun bagi warga di Dusun Tompo yang tidak mau mengungsi,” pungkasnya.















