Example 7970x250
Nasional

Sandiaga Uno: Belum Ada Tawaran Masuk Pemerintahan Prabowo-Gibran

×

Sandiaga Uno: Belum Ada Tawaran Masuk Pemerintahan Prabowo-Gibran

Sebarkan artikel ini
Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sandiaga Uno ditemui di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (16/6/2024).Foto Istimewa

Bisalanews.id -Jakarta, 16 Juni 2024 – Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Sandiaga Uno, mengaku belum menerima tawaran untuk masuk ke dalam pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Di lansir dari media Kompas.id, Sandiaga menegaskan bahwa tokoh-tokoh yang mendukung pasangan Prabowo-Gibran pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 lebih berhak mendapatkan kursi di kabinet mendatang.

“Yang lebih berhak adalah pihak-pihak yang berjuang untuk Pak Prabowo dan Mas Gibran,” ujar Sandiaga di Epicentrum XXI, Jakarta, Minggu (16/6/2024).

Baca juga :  Menteri Pertahanan Prabowo Subianto Terima Kunjungan Pimpinan DPD RI

Sandiaga mengingatkan bahwa pada Pilpres 2024 lalu, ia mendukung pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.

“Belum ada tawaran (masuk kabinet), tapi saya sebagai pendukung Pak Ganjar dan Pak Mahfud, saat itu,” tambahnya. Selain itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini juga mengaku belum mendengar kabar mengenai adanya perombakan atau reshuffle kabinet dalam waktu dekat. “Saya belum dengar itu. Saya baca dari media. Tapi kita sebagai pembantu presiden siap di-reshuffle kapan pun,” kata Sandiaga.

Baca juga :  Masa Jabatan Presiden Joko Widodo Akan Berakhir pada 20 Oktober 2024, Menandai Akhir Dua Periode Kepemimpinan

Sebelumnya, Plt Ketua Umum PPP, Mardiono, menyatakan bahwa partainya siap bergabung dengan pemerintahan Prabowo-Gibran demi pembangunan Indonesia yang lebih baik ke depan.

“Ya iya tentu kalau untuk membangun Indonesia kan harus bersama nanti ke depannya,” ujar Mardiono saat ditemui di kantor DPP Golkar, Jakarta Barat, pada 15 April 2024 lalu.

Mardiono juga mengungkit Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang terbentuk jauh sebelum kontestasi Pemilu 2024 dimulai. KIB saat itu diisi oleh Golkar, PAN, dan PPP. Namun, KIB pecah karena Golkar dan PAN mendukung Prabowo, sementara PPP mengusung Ganjar.

Baca juga :  Menteri Sosial Gus Ipul Terharu, Dipeluk Presiden Prabowo saat Peresmian 166 Sekolah Rakyat

Mardiono menegaskan bahwa komunikasi PPP dengan PAN dan Golkar sebagai pendukung Prabowo sebenarnya tidak pernah terputus.

Dengan demikian, dinamika politik menjelang pembentukan kabinet baru masih berlangsung, dengan berbagai partai dan tokoh politik terus berkomunikasi untuk membangun Indonesia yang lebih baik

Total Views: 911

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *