
Bisalanews.id, Parmout— Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong, Darlin, menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan melalui evaluasi kinerja Kepala Puskesmas.
Hal tersebut disampaikan usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPRD Parigi Moutong, Senin (06/04/2026).
Darlin mengungkapkan, dirinya baru menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Kesehatan sejak 30 Januari 2026, sehingga masa kepemimpinannya masih tergolong singkat, yakni sekitar dua bulan.
Meski demikian, ia menilai kebersamaan dan pola kerja di internal Dinas Kesehatan sudah mulai terbentuk.
“Memang saya baru menjabat kurang lebih dua bulan, tetapi kebersamaan itu sudah terbentuk. Kita juga melihat ada beberapa Kepala Puskesmas yang punya potensi bagus, namun ada juga yang masih baru dan sedang menyesuaikan dengan program-program yang telah kami jalankan,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya respons cepat dari seluruh Kepala Puskesmas dalam menjalankan program kerja yang telah ditetapkan.
Menurutnya, sikap menunggu dan terlalu banyak bertanya justru akan menghambat kemajuan pelayanan kesehatan.
“Kami menghimbau agar mereka segera responsif. Jangan menunggu dan banyak bertanya, karena kalau begitu kita akan tertinggal seperti sebelumnya. Ini yang menjadi tantangan kita saat ini,” tegasnya.
Darlin juga mengakui bahwa kinerja pelayanan kesehatan pada tahun 2025 masih tergolong rendah.
Oleh karena itu, pada tahun 2026 pihaknya akan mengambil langkah tegas dengan menerapkan sistem kontrak kerja bagi para Kepala Puskesmas.
“Kinerja kita di 2025 masih rendah. Maka di 2026 ini, di era saya, mereka harus menandatangani kontrak kerja. Kalau masih ingin tetap mengikuti, maka harus siap dengan kontrak tersebut,” jelasnya.
Ia menambahkan, kontrak kerja tersebut bertujuan untuk mendorong peningkatan kinerja sekaligus memperbaiki kualitas layanan publik di sektor kesehatan, khususnya di tingkat Puskesmas.
“Harus ada peningkatan layanan publik dan kinerja. Kalau kita ingin pelayanan kesehatan di Parigi Moutong ini lebih baik, maka itu wajib dilakukan,” katanya.
Lebih lanjut, Darlin menegaskan bahwa pihaknya tidak akan ragu mengambil langkah evaluasi terhadap Kepala Puskesmas yang tidak mengindahkan arahan pimpinan.
“Kalau ada yang tidak mengikuti arahan, tentu kami akan melaporkan kepada pimpinan yang lebih tinggi, melalui Sekretaris Daerah hingga Bupati. Evaluasi kinerja akan tetap dilakukan dan hasilnya akan terlihat dari capaian mereka,” ujarnya.
Ia juga menyinggung pentingnya pembinaan dan kaderisasi dalam meningkatkan kualitas kinerja tenaga kesehatan, agar tidak terjadi stagnasi seperti yang dialami sebelumnya.
Darlin berharap seluruh Kepala Puskesmas di Kabupaten Parigi Moutong yang berjumlah 24 orang dapat bersinergi dan mengikuti visi pembangunan daerah yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah.
“Saya berharap 24 Kepala Puskesmas yang ada bisa mengikuti visi Bupati, yaitu mewujudkan Parigi Moutong yang maju, mandiri, dan berkelanjutan melalui gerbang desa,” tuturnya.
Menurutnya, Puskesmas merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat, sehingga peran Kepala Puskesmas sangat strategis dalam menentukan keberhasilan program kesehatan.
“Ujung tombak itu ada di Puskesmas. Karena itu, Kepala Puskesmas harus responsif, aktif, dan wajib dekat dengan pimpinan kecamatan, pemerintah desa, serta seluruh unsur di desa,” tegasnya.
Ia menilai, tanpa sinergi yang kuat antara Puskesmas dan pemerintah wilayah, upaya peningkatan layanan kesehatan tidak akan berjalan maksimal.
“Kalau tidak ada kedekatan dan kerja sama dengan unsur di desa dan kecamatan, maka tidak akan bisa berhasil,” pungkas Darlin.
















