Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Bencana alam

BPBD Parigi Moutong Keluarkan Data dan Kondisi Banjir Di Balinggi Jati

×

BPBD Parigi Moutong Keluarkan Data dan Kondisi Banjir Di Balinggi Jati

Sebarkan artikel ini
Kantor BPBD Kabupaten Parigi Moutong.

Bisalanews.id– Petani di Desa Balinggi Jati, Kecamatan Balinggi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng), menghadapi ancaman gagal panen padi akibat banjir yang merendam sekitar 75 hektare sawah mereka.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong, Amirudin, melaporkan bahwa selain sawah, 80 rumah warga dan tiga fasilitas umum juga terendam air.

Example 300x600

Amirudin mengungkapkan, banjir ini terjadi akibat curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu, 25 Mei 2024 malam hingga Ahad pagi.

Baca juga :  Dinsos Parimo Salurkan Logistik dan Evakuasi Korban Banjir Bandang Toribulu

Akibatnya, tiga desa di Kabupaten Parigi Moutong terdampak banjir, yaitu Desa Balinggi Jati, Desa Air Panas di Kecamatan Parigi Barat, dan Desa Tolai Barat di Kecamatan Torue.

Laporan dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Parigi Moutong menyebutkan, sekitar 118 Kepala Keluarga (KK) atau 350 jiwa terdampak banjir, termasuk 44 lanjut usia (lansia), empat bayi, dan 21 balita.

Baca juga :  Gubernur Sulteng Suport Finansial PSU di Parigi Moutong

“Tidak ada warga yang mengungsi, mereka memilih bertahan di rumah masing-masing. Sekitar 100 meter tanggul sungai di Desa Balinggi Jati jebol,” kata Amirudin.

Pemerintah daerah setempat terus berupaya melakukan normalisasi sungai di Desa Balinggi Jati untuk mengatasi luapan air.

Selain itu, pendataan terhadap warga terdampak terus diperbarui.

BPBD juga berkoordinasi dengan aparat desa dan pihak terkait guna mempercepat penanggulangan bencana di wilayah tersebut.

Baca juga :  Tragedi Banjir dan Longsor Luwu, Sulawesi Selatan: 14 Warga Meninggal Dunia

“Kami mengimbau warga yang bermukim di bantaran sungai dan sekitar lereng gunung untuk tetap berhati-hati, mengingat potensi hujan masih terus terjadi,” tambah Amirudin.

Dengan intensitas hujan yang masih tinggi, masyarakat diharapkan tetap waspada dan siap menghadapi kemungkinan bencana alam yang lebih buruk.

Upaya bersama dari pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk mengurangi dampak bencana dan melindungi mata pencaharian serta keselamatan warga.

Total Views: 681

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *