
Bisalanews.id– Di masa transisi Richard Arnaldo Djanggola mengangap Jabatan Penjabat Bupati Parigi Moutong adalah penugasan bukan peluang.(11/04/2024)
Tugas yang di emban ini adalah murni sebagai pengabdian dan tanggung jawab yang di berikan oleh negara lewat Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.
“Saya tidak melihat Pj ini sebagai peluang,saya melihat Pj ini sebagai Penugasan,saya di beri tugas oleh Bapak Menteri Dalam Negeri untuk masa transisi akhir masa jabatan bupati definitif 2019 -2023 kemudian ada pilkada yang akan di selenggarakan tahun 2024” ucapnya.
Menurut Richard tugasnya mengisi kekosongan pasca Purna bakti Kol.Inf (Purn) H.Samsurizal Tombolotutu sebagai bupati di periode 2019 sampai dengan 2023.
Tugas yang diembannya sebagaimana mestinya dan sepatutnya sesuai dengan perturan dan perundang-undangan yang berlaku di Negara kesatuan Republik Indonesia.
Dua kali menduduki jabatan Penjabat Bupati di kabupaten yang berbeda Richard menilai di Parigi Moutong dirinya sangat familiar dengan masyarakatnya.
Hal tersebut memiliki dasar karena secara emosional dirinya memiliki kedekatan dan hubungan kekeluargaan di Parigi Moutong.
Menyahuti dukungan masyarakat Parigi Moutong yang mendorong dirinya untuk ikut kontestasi pilkada Parigi Moutong,Richard sangat apresiasi dukungan tersebut tetapi dirinya lebih memilih menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang profesional.
“Kemudian saat ini kondisinya mungkin berbeda,saya kasi contoh sudah dua kali Pj,yang pertama di Tojo Una – una yang kedua Pj saya di Parigi Moutong,di Touna saya tidak pernah mendapatkan pertanyaan tentang peluang,bonus dan sebagainya karena memang tidak ada hubungan emosional dengan touna,saat ini mungkin saya punya hubungan emosional dengan masyarakat Parigi Moutong ,ada keterikatan barangkali saya kawin disini dan sebagainya,tapi itu saya anggap satu penghargaan bagi saya,”ungkapnya















