
Bisalanews.id,Parmout — Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng) sejak dini hari, mengakibatkan bencana banjir dan tanah longsor di tiga desa sekaligus, yakni Desa Lembah Bomban, Desa Wanamukti Utara, dan Desa Lambunu, pada Selasa (17/06/2025).
Bencana ini berdampak langsung terhadap permukiman warga, fasilitas umum, serta akses jalan, dengan jumlah korban terdampak mencapai 138 Kepala Keluarga (KK) dan 512 jiwa.
Di Desa Lembah Bomban, empat dusun mengalami dampak langsung, dengan rincian sebagai berikut:
• Dusun 1: 30 KK, 114 jiwa
• Dusun 2: 12 KK, 43 jiwa
• Dusun 3: 5 KK, 19 jiwa
• Dusun 4: 57 KK, 221 jiwa
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Parigi Moutong, Rivai, menyampaikan bahwa meskipun tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, sebanyak 143 jiwa harus mengungsi ke lokasi aman yang dipusatkan di Kantor Desa Lembah Bomban.
“Di antara para pengungsi terdapat 6 bayi, 10 balita, dan 55 lansia. Mereka membutuhkan penanganan segera, baik dari sisi kebutuhan pokok maupun kesehatan,” ujarnya saat dihubungi melalui WhatsApp.
Selain Lembah Bomban, banjir juga menerjang Desa Wanamukti Utara pada pukul 22.30 WITA, menyebabkan:
• 34 KK terdampak, total 115 jiwa
• 2 KK (9 jiwa) mengungsi
• Akses jalan menuju Dusun 3 terputus total
Sementara untuk Desa Lambunu, BPBD masih dalam proses asesmen lapangan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC).
Bencana ini juga menimbulkan kerusakan material cukup signifikan, termasuk:
• 1 unit rumah warga rusak berat
• 1 unit masjid terdampak
• TPA (Tempat Pendidikan Al-Qur’an)
• SD Inpres Lembah Bomban
• SMP Satu Atap Lembah Bomban
Sedangkan kerusakan pada lahan pertanian dan perkebunan warga juga dilaporkan, namun masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait.
Merespon cepat kejadian ini, tim gabungan yang terdiri dari personel TRC BPBD Parigi Moutong, Polsek Lambunu, Babinsa, Satpol PP, aparat desa, dan masyarakat telah dikerahkan ke lokasi bencana untuk melakukan evakuasi, pendataan, dan koordinasi tanggap darurat.
“Kami menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman, terutama mengingat masih adanya potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan,” tegas Rivai.
Sejumlah kebutuhan mendesak di lokasi pengungsian antara lain:
• Makanan siap saji
• Pakaian layak pakai
• Selimut
• Tenda pengungsi
“Kami akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lanjutan bencana ini. Untuk wilayah Lambunu, TRC masih melakukan asesmen,” pungkas Rivai.
















