
Kepala Desa Pebounang, Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong, Aminah keluhkan buruknya pelayanan kesehatan di desanya.
Ia menyoroti kondisi Pusat Kesehatan Desa (Puskesdes) Pebounang yang hingga kini tidak memiliki tenaga kesehatan sejak awal tahun 2025.
Menurut Aminah, sudah empat bulan terakhir Puskesdes Desa Pebounang tidak ditempati petugas maupun tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong.
“Kami minta, minimal tiga kali dalam seminggu ada pelayanan kesehatan di desa kami. Setelah itu petugas bisa kembali ke tempat tinggalnya,” ujar Aminah saat ditemui wartawan, Kamis (20/04/2025).
Ia menjelaskan, pada tahun sebelumnya Puskesdes Pebounang sempat memiliki seorang bidan.
Namun setelah yang bersangkutan diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), ia dipindahkan ke desa lain.
“Kalau ada bidan yang ditempatkan di Pebounang, kami siap mengikuti jadwal pelayanan yang ditentukan. Yang penting masyarakat bisa tetap mendapatkan pelayanan kesehatan,” jelas Aminah.
Aminah mengungkapkan, selama tahun 2023 hingga 2024, puluhan warga Desa Pebounang menderita berbagai penyakit.Bahkan, ada beberapa kasus kematian yang diduga akibat lambatnya penanganan medis.
“Masyarakat kami banyak yang mengalami diare, ISPA, malaria, diabetes, dan muntaber. Kami juga warga Parigi Moutong yang membutuhkan perhatian dari pemerintah,” keluh Aminah.
Kepala Desa Pebounang itu berharap agar Pemerintah Daerah Kabupaten Parigi Moutong, khususnya Dinas Kesehatan, dapat segera memberikan solusi terhadap kesenjangan pelayanan kesehatan yang dialami warganya.
Ia menekankan bahwa desa Pebounang juga termasuk daerah terdampak bencana banjir bandang, sehingga membutuhkan perhatian lebih.
“Pengalaman saya, keluhan terbanyak warga selama ini adalah penyakit TBC. Tolong ini jadi perhatian,” tutup Aminah.
















