Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Hukum

Polres Parigi Moutong Proses Dugaan Kasus Penganiyayaan Di SMA Negeri 1 Parigi

×

Polres Parigi Moutong Proses Dugaan Kasus Penganiyayaan Di SMA Negeri 1 Parigi

Sebarkan artikel ini
Mako Polres Parigi Moutong dan SMA Negeri 1 Parigi.Dok Bisalanews.id

Bisalanews.id – Polres Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah telah menindaklanjuti laporan kasus dugaan tindak pidana penganiayaan yang dilakukan guru berinisial AM terhadap siswi F di SMA Negeri 1 (SMANSA) Parigi.

“Laporan dugaan penganiayaan siswi di SMANSA Parigi, sudah kami terima. Saat ini, telah ditangani oleh pihak Satreskrim,” ungkap Kasi Humas Polres Parimo, IPTU Sumarlin KA, dihubungi di Parigi, Rabu, 6 November 2024.

Example 300x600

Ia mengatakan, anggota Satreskrim Polres Parimo telah mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) di SMANSA Parigi, untuk menindaklanjuti laporan.

Baca juga :  Satgas Madago Raya Sambangi Alumni Deradikalisasi di Poso, Perkuat Pendekatan Persuasif dan Cegah Radikalisme

Tujuannya, mencari petunjuk awal. Setelah mendapatkan petunjuk awal, anggota Satreskrim akan mulai melakukan proses penyelidikan lebih lanjut.

“Untuk informasi lebih lanjut, kami akan sampaikan. Kami akan fokus melakukan penyelidikan untuk menindaklanjuti kasus ini,” pungkasnya.

Baca Juga ☆☆Oknum Guru SMA Negeri 1 Parigi Diduga Menganiyaya Salah Satu Siswi Kelas Dua

Baca Juga ☆☆Kepsek SMA Negeri 1 Parigi Klarifikasi Dugaan Penganiyayaan Oleh Oknum Guru

Diketahui, sebelumnya Fakrudin warga Kelurahan Bantaya, Kecamatan Parigi melaporkan oknum guru, lantaran diduga melakukan tindak penganiayaan terhadap anaknya di SMANSA Parigi pada Selasa, 5 November 2024.

Baca juga :  Sosialisasi Pencegahan, Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkoba Di Kabupaten Parigi Moutong

Menurut Fakrudin, oknum guru berinisial AM mendorong anaknya dari anak tangga lima hingga jatuh terlentang ke lantai dasar.

Tak sampai di situ, sang guru juga menonjok dan mencakar wajah anaknya. Dia baru menghentikan aksinya, setelah beberapa siswa lainnya menangis histeris melihat apa yang dialami korban.

Total Views: 961

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *