Example 7970x250
Bencana alam

56 Warga Masih Mengungsi, Dinsos Parimo Pastikan Kebutuhan Pangan Korban Banjir Avolua Terpenuhi

×

56 Warga Masih Mengungsi, Dinsos Parimo Pastikan Kebutuhan Pangan Korban Banjir Avolua Terpenuhi

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Dinsos Parigi Moutong, Syafaat Pampi. (Foto: MRP)

Parigi Moutong, Bisalanews.id – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Parigi Moutong terus memperkuat pelayanan dasar bagi warga terdampak bencana banjir bandang Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara yang masih berada di lokasi pengungsian.

Hingga Sabtu (29/8/2026), sebanyak 56 jiwa pengungsi telah mendapatkan pelayanan makan melalui Posko Dapur Umum yang dioperasikan Dinsos Parigi Moutong.

Sekretaris Dinsos Parigi Moutong, Syafaat Pampi, mengatakan pelayanan dapur umum menjadi fokus utama untuk memastikan kebutuhan pangan pengungsi, termasuk relawan yang berada di lapangan, tetap terpenuhi.

Baca juga :  Apresiasi Pj Bupati Sitaro terhadap Bantuan Pemda Parigi Moutong

“Saat ini penanganan Dinsos fokus pada pengoperasian dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makan para pengungsi maupun relawan di lapangan. Total ada 56 jiwa yang terlayani,” ujar Syafaat.

Menurutnya, para pengungsi terdiri dari berbagai kelompok usia, termasuk lansia, anak-anak, dua balita dan bayi yang membutuhkan perhatian khusus selama berada di lokasi pengungsian.

Baca juga :  Banjir dan Longsor Landa Tiga Desa di Bolano Lambunu, Ratusan Warga Terdampak dan Mengungsi

Selain memenuhi kebutuhan pangan, Dinsos juga mengerahkan personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) ke permukiman warga.

Mereka membantu membersihkan rumah-rumah yang terdampak bencana agar warga dapat kembali beraktivitas secara bertahap.

Sementara itu, pendataan kebutuhan logistik masih dilakukan untuk memastikan jumlah bantuan yang diperlukan sesuai dengan kondisi di lapangan.

Syafaat mengatakan, Dinsos masih menunggu data valid sebelum mengajukan permohonan tambahan bantuan logistik secara resmi.

Baca juga :  Bencana Longsor di Pangas: Dua Mobil Rusak Akibat Curah Hujan Tinggi

Koordinasi juga telah dilakukan dengan Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Provinsi Sulawesi Tengah.

Dari sisi kesehatan kata dia, hingga kini belum ditemukan keluhan penyakit yang berarti dari para pengungsi. Kondisi tersebut didukung dengan adanya Posko Kesehatan di lokasi pengungsian.

“Di tengah proses penanganan, bantuan dari masyarakat, pihak luar dan para donatur masih terus berdatangan ke posko utama,” ujarnya.

Total Views: 610

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *