
Parigi Moutong, Bisalanews.id – Viralnya kondisi bangunan SDK Ogomojolo di Kecamatan Palasa yang memicu sorotan publik di media sosial mendapat tanggapan dari Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parigi Moutong, Sunarti, membantah anggapan bahwa pemerintah daerah melakukan pembiaran terhadap kondisi sekolah tersebut.
Sunarti menegaskan, pemerintah daerah telah mengusulkan rehabilitasi bangunan SDK Ogomojolo jauh sebelum video yang memperlihatkan kondisi sekolah itu ramai diperbincangkan masyarakat.
“Tidaklah bijak jika ada yang menganggap kita hanya menunggu pusat atau menunggu viral baru bertindak. Kami sudah berjuang jauh sebelum video itu beredar,” tegas Sunarti, Minggu (2/8/2026).
Ia menjelaskan, kondisi bangunan yang terlihat dalam video viral bukanlah keseluruhan fasilitas sekolah. Menurutnya, SDK Ogomojolo telah memiliki sejumlah ruang kelas permanen, sedangkan bangunan yang terekam merupakan sisa ruang kelas lama yang hingga kini belum mendapatkan program rehabilitasi maupun pembangunan baru.
Sunarti mengungkapkan, usulan rehabilitasi ruang kelas rusak sebenarnya telah rutin diajukan setiap tahun melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Namun, selama ini usulan tersebut belum dapat direalisasikan karena terkendala persyaratan teknis dalam mekanisme penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat.
Salah satu syarat yang menjadi kendala, kata dia, adalah ketentuan jumlah minimal peserta didik yang harus dipenuhi sekolah penerima bantuan fisik.
“Dulu, sekolah dengan jumlah siswa di bawah 60 orang belum menjadi prioritas sasaran perbaikan fisik dari pusat. Ini yang menjadi kendala utama sehingga usulan SDK Ogomojolo belum dapat direalisasikan,” jelasnya.
Meski demikian, Sunarti mengatakan kebijakan tersebut kini telah berubah seiring pelaksanaan program revitalisasi sarana pendidikan nasional. Pemerintah pusat kini lebih memprioritaskan sekolah-sekolah yang berada di daerah terpencil tanpa lagi menjadikan jumlah siswa sebagai syarat utama penerima bantuan.
Berdasarkan hasil pengecekan terbaru Disdikbud Parigi Moutong, SDK Ogomojolo kini telah masuk dalam daftar usulan revitalisasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk gelombang kedua tahun 2026.
Namun demikian, sekolah tersebut masih harus melalui sejumlah tahapan seleksi sebelum ditetapkan sebagai penerima bantuan pembangunan.
“Di gelombang kedua ini posisinya sudah terdaftar, tetapi belum masuk daftar nominasi akhir. Dari ratusan sekolah yang diusulkan dari seluruh Indonesia, nantinya akan diseleksi kembali hingga ditetapkan sebagai penerima bantuan,” ujar Sunarti.
Ia menambahkan, keterbatasan kemampuan fiskal Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menjadi salah satu faktor yang membuat perbaikan menyeluruh belum dapat dilakukan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Menurutnya, dana daerah saat ini hanya mampu membiayai perbaikan ringan melalui Dana Alokasi Umum (DAU).
Karena itu, Disdikbud Parigi Moutong akan terus mengawal usulan revitalisasi SDK Ogomojolo ke pemerintah pusat. Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Tengah serta tim revitalisasi dari Universitas Tadulako (Untad) guna memperkuat usulan tersebut, termasuk bagi sekolah-sekolah lain yang mengalami kondisi serupa.
Sunarti berharap perhatian publik terhadap kondisi SDK Ogomojolo dapat menjadi momentum bagi pemerintah pusat untuk mempercepat proses penetapan bantuan revitalisasi.
“Dengan beredarnya video viral ini, kami berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian lebih sehingga proses alokasi bantuan untuk SDK Ogomojolo bisa diprioritaskan,” pungkasnya.













