
Parigi Moutong, Bisalanews.id – Tenaga Ahli Bupati Bidang Pendidikan sekaligus praktisi pendidikan, Arman Maulana, mendesak Disdikbud Kabupaten Parigi Moutong agar lebih proaktif memperjuangkan penanganan sekolah yang mengalami kerusakan berat.
Pernyataan tersebut disampaikan Arman setelah meninjau informasi dan dokumentasi kondisi salah satu sekolah yang dinilai sudah sangat memprihatinkan. Menurutnya, kondisi bangunan sekolah tersebut tidak lagi layak digunakan sebagai tempat proses belajar mengajar dan membutuhkan penanganan segera.
“Saya melihat langsung gambar-gambarnya. Kalau melihat kondisi seperti itu, seharusnya menjadi perhatian serius. Komunikasi dengan pemerintah pusat tidak boleh hanya menunggu. Dinas harus lebih aktif melakukan koordinasi dan memperjuangkan usulan tersebut,” ujar Arman. Minggu (02/08/2026)
Ia mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, usulan pembangunan sekolah tersebut sebenarnya telah diajukan ke Kementerian Pendidikan. Namun hingga kini belum membuahkan hasil yang diharapkan.
Menurut Arman, Disdikbud perlu memastikan seluruh dokumen pendukung yang diajukan benar-benar lengkap, kuat, dan mampu meyakinkan pemerintah pusat agar usulan tersebut memperoleh prioritas.
“Kalau memang usulan sudah naik, maka yang harus dikejar adalah bagaimana memastikan data pendukungnya benar-benar kuat. Jangan sampai usulan hanya masuk administrasi tetapi tidak menjadi perhatian karena dokumennya kurang meyakinkan,” katanya.
Ia juga meminta agar setiap usulan pembangunan sekolah memiliki skala prioritas yang jelas sehingga pemerintah pusat dapat mengetahui sekolah mana yang paling mendesak untuk ditangani.
“Kalau ada 20 sekolah yang diusulkan, harus ada prioritas. Mana yang paling rusak, mana yang paling mendesak. Itu harus disusun secara jelas,” tegasnya.
Arman mengaku akan menyampaikan langsung persoalan tersebut kepada Bupati Parigi Moutong agar memberikan arahan kepada perangkat daerah untuk mempercepat komunikasi dengan Kementerian Pendidikan.
“Insya Allah ketika bertemu Pak Bupati, saya akan menyampaikan persoalan ini dan meminta agar pejabat terkait diperintahkan lebih proaktif melakukan koordinasi dengan kementerian,” ujarnya.
Lebih lanjut, Arman menilai pemerintah daerah tidak boleh hanya bergantung pada bantuan pemerintah pusat apabila proses pengajuan membutuhkan waktu yang lama.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu menyiapkan langkah darurat agar peserta didik tetap memperoleh lingkungan belajar yang aman dan layak.
“Kalau memang dari kementerian prosesnya masih lama, pemerintah daerah harus mengambil langkah sementara. Jangan sampai anak-anak belajar di bangunan yang kondisinya sangat memprihatinkan. Kasihan mereka,” katanya.
Arman menegaskan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan lahir dari pengalamannya sebagai seorang pendidik.
“Saya berbicara bukan hanya sebagai Tenaga Ahli Bupati, tetapi juga sebagai praktisi pendidikan dan tokoh yang peduli terhadap pendidikan. Dunia pendidikan tidak boleh diabaikan. Saya mendesak Dinas Pendidikan segera turun tangan dan menyampaikan kepada pemerintah daerah langkah konkret yang harus segera dilakukan,” tegasnya.
Arman juga mengapresiasi peran media yang telah mengangkat persoalan tersebut ke ruang publik. Menurutnya, pemberitaan media menjadi bagian penting dalam mendorong percepatan perhatian pemerintah terhadap persoalan pendidikan di daerah.
Di sisi lain, ia berharap Disdikbud memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab keterlambatan penanganan sekolah tersebut, termasuk perkembangan usulan yang telah diajukan kepada pemerintah pusat, sehingga masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan berimbang.













