
Bisalanews.id, Parmout – Berbagai persoalan mendasar seperti rendahnya kesadaran administrasi kependudukan, ancaman penyalahgunaan narkoba, hingga pernikahan dini masih menjadi tantangan serius di sejumlah wilayah Kabupaten Parigi Moutong.
Di sisi lain, kebutuhan peningkatan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian dan UMKM juga terus menjadi perhatian utama warga di pedesaan.
Menjawab kondisi tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong dari Fraksi PDI Perjuangan, Arpan Sahar, melaksanakan agenda Reses Masa Persidangan Tahun 2026 di Desa Ogobagis, Kecamatan Sidoan, Selasa (21/04/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari jadwal resmi reses pimpinan dan anggota DPRD yang berlangsung pada 21 hingga 25 April 2026, sebagai upaya menyerap langsung aspirasi masyarakat di daerah pemilihan.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Ogobagis bersama Sekretaris Desa, jajaran Kepala Dusun, Kepala Desa Sidoan, serta sejumlah tokoh masyarakat yang antusias mengikuti dialog.
Selain menjalankan fungsi legislasi untuk menjaring aspirasi, Arpan Sahar juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait sejumlah isu penting.
Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya tertib administrasi kependudukan agar masyarakat dapat dengan mudah mengakses berbagai program pemerintah, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.
Arpan juga mengingatkan masyarakat akan bahaya penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak masa depan generasi muda, serta risiko pernikahan dini yang berdampak pada kualitas kehidupan keluarga ke depan.
“Penting bagi kita semua untuk memahami risiko pernikahan dini dan menjauhi narkoba demi menjaga masa depan anak-anak kita. Selain itu, masyarakat juga harus aktif dalam pemutakhiran data kependudukan agar tidak terkendala dalam mengakses layanan kesehatan dan pendidikan gratis,” ujarnya.
Dalam sesi dialog, masyarakat Desa Ogobagis menyampaikan berbagai aspirasi, khususnya di sektor pertanian dan infrastruktur pendukung ekonomi.
Warga mengusulkan pengadaan bibit tanaman unggul, bantuan alat dan mesin pertanian, serta pembangunan jalan usaha tani dan jalan kantong produksi untuk memperlancar distribusi hasil pertanian.
Selain itu, dukungan terhadap pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga menjadi perhatian warga sebagai langkah memperkuat ekonomi kreatif di tingkat desa.
Menanggapi berbagai usulan tersebut, Arpan Sahar memastikan seluruh aspirasi telah dicatat secara rinci oleh tim pendamping untuk selanjutnya diperjuangkan dalam pembahasan anggaran daerah.
Ia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebutuhan masyarakat agar program pemerintah benar-benar tepat sasaran dan mampu meningkatkan kesejahteraan warga.
“Seluruh aspirasi terkait pertanian, infrastruktur jalan produksi, hingga bantuan UMKM sudah saya catat secara resmi. Saya akan berupaya maksimal memperjuangkan kebutuhan warga Sidoan,” pungkasnya.
















