
Bisalanews.id,Parmout — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, Sulawesi Tengah, hingga kini masih menjadi perhatian serius Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong.
Berdasarkan hasil pemantauan dan analisis Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Parigi Moutong selama tiga hari pascakejadian, luas lahan yang terbakar dan terdampak diperkirakan mencapai sekitar 42 hektare.
Wilayah terdampak didominasi kawasan perbukitan dan hutan dengan kondisi vegetasi yang relatif kering.
“Berdasarkan hasil pemantauan dan analisis Pusdalops BPBD Kabupaten Parigi Moutong selama tiga hari pascakejadian, luas lahan yang terbakar dan terdampak karhutla di Desa Avolua diperkirakan mencapai sekitar 42 hektare,” ujar Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Parigi Moutong, Rivai, S.T., Senin (03/02/2026).
Rivai menjelaskan, hingga saat ini masih terpantau adanya api yang menyala di sejumlah titik, khususnya di kawasan perbukitan dan hutan.
Namun demikian, sebagian area lainnya telah berhasil dikendalikan melalui upaya pemadaman terpadu.
Tim pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Parigi Moutong terus melakukan penyiraman di lokasi terdampak sebagai langkah pendinginan guna mencegah munculnya kembali titik api baru.
“Upaya pendinginan terus kami lakukan, terutama di area-area yang rawan menyala kembali, agar api tidak meluas,” katanya.
Sementara itu, berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG Palu, wilayah Parigi Moutong masih berpotensi mengalami kondisi panas yang disertai angin cukup kencang.
Kondisi tersebut dinilai dapat memicu munculnya titik api baru serta mempercepat penyebaran kebakaran.
Menyikapi hal tersebut, BPBD Kabupaten Parigi Moutong mengimbau seluruh masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan dalam bentuk apa pun.
“Partisipasi masyarakat sangat penting. Kami mengimbau agar warga segera melaporkan kepada aparat desa atau petugas berwenang apabila menemukan adanya titik api baru di lingkungan sekitar,” tegas Rivai.
BPBD berharap, dengan kerja sama lintas sektor dan dukungan masyarakat, upaya pengendalian karhutla dapat berjalan optimal serta dampak terhadap lingkungan dan keselamatan warga dapat diminimalisasi.
















