Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Bencana & Kemanusiaan

DPRD Parigi Moutong Soroti Pentingnya Pos Terpadu di Daerah Rawan Bencana

×

DPRD Parigi Moutong Soroti Pentingnya Pos Terpadu di Daerah Rawan Bencana

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi III DPRD Parigi Moutong, Mastulah. Senin (20/04/2026) – Foto : MRP

Bisalanews.id, Parmout – Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat pada April 2026.

Kabupaten Parigi Moutong saat ini memasuki masa peralihan musim yang berpotensi memicu berbagai bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, serta ancaman gempa bumi.

Example 300x600

Tingginya intensitas hujan pada awal April menyebabkan sejumlah wilayah mengalami banjir akibat luapan sungai. Beberapa titik yang diidentifikasi rawan antara lain Kecamatan Sausu, khususnya Desa Sausu Taliabo dan Desa Sausu Peore.
Selain itu, Kecamatan Moutong juga menjadi perhatian karena telah menerima dukungan material penanganan banjir berupa geobag atau sandbag.

BMKG juga memprakirakan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir di wilayah Kecamatan Tomini dan Tinombo Selatan.

Baca juga :  Mitigasi Dinilai Gagal,Karhutla Merajalela: Pemda Parigi Moutong Disorot Mahasiswa Hukum UIN Datokarama Palu

Sementara itu, sejumlah wilayah lain seperti Tinombo, Balinggi, Ampibabo, Kasimbar, Siniu, dan Palasa diperkirakan mengalami hujan ringan hingga sedang.

Di sisi lain, potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih tetap diwaspadai. BMKG mencatat beberapa wilayah seperti Desa Pembuni dan Desa Siniu sempat mengalami Hari Tanpa Hujan dalam kategori sangat panjang, sehingga meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran.

Selain bencana hidrometeorologi, BMKG juga mengingatkan adanya potensi gempa bumi di wilayah Parigi Moutong. Hal ini disebabkan kedekatan daerah tersebut dengan Sesar Palu-Koro serta sejumlah sesar lokal di kawasan Teluk Tomini.

Baca juga :  Penuhi Permintaan,BPBD Parigi Moutong Berikan 150 Meter Selang Pemadam Kebakaran ke FPRB Bantaya

Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Komisi III DPRD Parigi Moutong, Mastulah, yang bermitra dengan BPBD, menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem saat ini.

“Kalau sikap kami di Komisi Tiga terkait bencana, kita ketahui sekarang sudah memasuki musim penghujan. Apalagi ada daerah-daerah yang sudah ditetapkan rawan bencana. Kami mendesak BPBD untuk segera bersiap di wilayah-wilayah tersebut,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa langkah antisipasi harus dilakukan sejak dini, bukan menunggu bencana terjadi dalam skala besar.

“Jangan nanti menunggu banjir besar baru bergerak. Seharusnya sudah ada persiapan, termasuk posko di daerah rawan. Ini bukan soal diminta atau tidak, tapi memang harus disiapkan,” tegas Mastulah.

Baca juga :  BPBD Parimo Bahas Potensi Sesar Teluk Tomini, Dorong Mitigasi dan Kesadaran Bencana

Menurutnya, sejumlah wilayah di Parigi Moutong, baik di bagian selatan maupun utara, memiliki potensi terdampak cukup besar jika terjadi cuaca ekstrem.

“Biasanya kalau kondisi seperti ini, bisa terjadi banjir besar. Ada beberapa daerah, termasuk wilayah selatan dan utara seperti Taopa dan Moutong, yang harus diwaspadai,” jelasnya.

Komisi III DPRD Parigi Moutong berharap BPBD terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan terburuk, mengingat potensi bencana telah dipetakan berdasarkan hasil pemantauan BMKG.

“Harapan kami bersama teman-teman Komisi, BPBD harus selalu siap. Mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan yang tidak kita inginkan ini,” pungkasnya.

Total Views: 31

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *