Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Pemerintahan

Sekjen HNSI Ajak Nelayan Parigi Moutong Jaga Laut dan Lawan Illegal Fishing

×

Sekjen HNSI Ajak Nelayan Parigi Moutong Jaga Laut dan Lawan Illegal Fishing

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Jenderal DPP Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Lidya Assegaf, S.E.,. (Foto: Fita)

Bisalanews.id, Parmout – Sekretaris Jenderal DPP Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Lidya Assegaf, S.E., mengajak seluruh nelayan di Kabupaten Parigi Moutong untuk berperan aktif menjaga kelestarian laut dan mencegah praktik illegal fishing serta destructive fishing yang masih terjadi di wilayah perairan setempat (15/12/2025).

Dalam sambutannya pada kegiatan Rembuk Nelayan, Lidya menegaskan bahwa Parigi Moutong dan Teluk Tomini merupakan kawasan dengan potensi kelautan yang sangat besar dan telah dikenal hingga tingkat dunia. Oleh karena itu, menjaga keberlanjutan sumber daya laut menjadi tanggung jawab bersama.

Example 300x600

“Kita harus sama-sama menjaga laut kita agar tetap berkelanjutan, baik oleh nelayan, pelaku usaha perikanan, maupun pemerintah,” ujarnya.

Baca juga :  Pemda Parimo Gelar Evaluasi Kinerja Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting

Ia menekankan bahwa HNSI saat ini telah hadir di 36 provinsi dan 405 kabupaten di Indonesia hingga ke tingkat ranting dan rukun nelayan. Ke depan, HNSI di Parigi Moutong diharapkan dapat terbentuk hingga ke tingkat rukun nelayan agar aspirasi nelayan dapat tersalurkan dengan baik.

Lidya menjelaskan bahwa HNSI memiliki sejumlah program prioritas, di antaranya penguatan organisasi, program Kartu Tanda Anggota (KTA), serta penguatan ekonomi nelayan melalui koperasi. Selain itu, HNSI juga aktif berkolaborasi dengan berbagai kementerian dan lembaga, seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan, TNI AL, Polairud, Bakamla, hingga Ombudsman.

Baca juga :  Pemkab Parigi Moutong Tingkatkan Layanan Perpustakaan Digital untuk Akses Informasi Inklusif

Ia juga mengingatkan pentingnya komunikasi dan dialog antara masyarakat nelayan dan pemerintah agar program-program yang dijalankan dapat diterima secara utuh dan tepat sasaran.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada program, tetapi juga kesiapan masyarakat untuk berubah dan beradaptasi.

“Sebagus apa pun program pemerintah, kalau tidak diterima dengan baik, hasilnya tidak akan maksimal. Maka dialog dan komunikasi itu penting,” tegasnya.

Baca juga :  Tanggapi Pokir DPRD, Bupati Parimo Tekankan Pentingnya Aspirasi Masyarakat

Menutup sambutannya, Lidya menyatakan kesiapan DPP HNSI untuk menjadi penyambung aspirasi nelayan Parigi Moutong ke tingkat pusat. Ia berharap kolaborasi antara nelayan, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum dapat terus diperkuat demi menjaga kedaulatan laut Indonesia dan mewujudkan Indonesia Emas 2045.

“Insya Allah, kami siap memperjuangkan aspirasi nelayan Parigi Moutong di tingkat pusat,” tutupnya.

Total Views: 1304

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *