
Bisalanews.id, Parmout – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menggelar Rembug Nelayan dan Rapat Kerja Teknis Pemberdayaan Nelayan dan Pembudidaya Ikan yang dirangkaikan dengan pemilihan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2025, Senin (15/12/2025).
Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk menyatukan persepsi dan langkah dalam memperkuat sektor kelautan dan perikanan yang menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah.
Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, S.Kom., dalam sambutannya menegaskan bahwa secara geografis daerahnya memiliki potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar, dengan panjang garis pantai mencapai 512 kilometer. Potensi tersebut didukung oleh keberadaan 7.441 rumah tangga nelayan dan 6.049 rumah tangga pembudidaya ikan yang tersebar di berbagai wilayah pesisir.
Namun demikian, Bupati mengakui bahwa produktivitas nelayan dan pembudidaya ikan masih perlu ditingkatkan. Pola penangkapan dan budidaya yang masih bersifat konvensional, kata dia, menjadi salah satu faktor yang membatasi peningkatan kesejahteraan masyarakat perikanan.
“Di sisi lain, praktik destructive fishing dan illegal fishing masih menjadi ancaman serius. Selain merusak ekosistem laut dan pesisir, praktik ini juga menurunkan stok ikan, merusak terumbu karang, bahkan membahayakan keselamatan nelayan,” tegas Bupati.
Melalui forum rembuk nelayan dan rapat teknis ini, Bupati berharap muncul gagasan dan rekomendasi konkret untuk menjawab berbagai persoalan strategis yang dihadapi nelayan dan pembudidaya ikan. Isu-isu tersebut meliputi kepastian wilayah tangkap dan perizinan, penguatan armada dan sarana penangkapan, ketersediaan BBM bersubsidi, dukungan sarana pascapanen dan rantai distribusi, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia sektor perikanan.
Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, lanjut Bupati, berkomitmen terus mendorong pengembangan sektor perikanan melalui berbagai program, antara lain bantuan alat tangkap dan mesin kapal, penguatan kelembagaan kelompok nelayan, pengembangan budidaya perikanan air tawar dan laut, serta peningkatan infrastruktur pelabuhan dan tempat pelelangan ikan.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menekankan pentingnya peran HNSI sebagai wadah perjuangan nelayan sekaligus jembatan komunikasi antara nelayan dan pemerintah. Ia berharap pemilihan pengurus DPC HNSI Parigi Moutong dapat melahirkan kepengurusan yang solid, profesional, dan berorientasi pada kepentingan nelayan.
“Kepengurusan HNSI yang baru harus mampu memperkuat organisasi hingga tingkat desa dan kecamatan, menjadi mitra strategis pemerintah, menyampaikan aspirasi nelayan secara objektif dan konstruktif, serta menghadirkan program nyata yang berdampak pada kesejahteraan nelayan,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadikan kegiatan ini sebagai momentum memperkuat kebersamaan dan semangat gotong royong dalam memajukan sektor kelautan dan perikanan daerah. Ia optimistis, dengan kolaborasi yang kuat, nelayan dan pembudidaya ikan Parigi Moutong akan semakin sejahtera dan daerah ini mampu berkembang sebagai kawasan maritim yang maju dan berdaya saing.
Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Bupati Parigi Moutong secara resmi membuka kegiatan Rembug Nelayan dan Rapat Kerja Teknis Nelayan dan Pembudidaya Ikan Tahun 2025.
















