
Bisalanews.id, Parmout – Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Parigi Moutong menggelar kegiatan Rembuk Nelayan dan Rapat Teknis bersama Bupati Parigi Moutong sebagai upaya memperkuat sinergi dalam pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan (15/12/2025).
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Parigi Moutong, Dr. Muhammad Nasir, S.Pi., M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memiliki nilai strategis bagi kemajuan sektor kelautan dan perikanan daerah.
Rembuk nelayan menjadi forum dialog untuk membangun kebersamaan dalam memecahkan berbagai hambatan dan tantangan yang dihadapi nelayan maupun pembudidaya ikan.
“Melalui rembuk nelayan dan rapat teknis ini, kita membangun sinergitas agar kebijakan pembangunan sektor kelautan dan perikanan dapat berjalan secara maksimal dan berkelanjutan,” ujar Muhammad Nasir.
Kegiatan ini diikuti sekitar 450 peserta yang terdiri dari unsur pegawai Dinas Kelautan dan Perikanan serta perwakilan kelompok nelayan dan pembudidaya ikan sebanyak kurang lebih 200 orang.
Rembuk nelayan juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program Gubernur Sulawesi Tengah dan Bupati Parigi Moutong melalui Gerbang Desa, meskipun dilaksanakan di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran.
Lebih lanjut, Muhammad Nasir menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan koordinasi dan sinergi lintas sektor dengan berbagai instansi, antara lain Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tengah, BPJS Ketenagakerjaan, Badan Pertanahan Nasional, Satuan Polisi Air, serta TNI Angkatan Laut.
Kolaborasi tersebut bertujuan mendukung pencegahan dan penindakan praktik destructive fishing dan illegal fishing, sekaligus memastikan pengelolaan sumber daya perikanan berjalan secara berkelanjutan.
Dalam kesempatan itu, ia juga melaporkan bahwa pada tahun 2025 Kabupaten Parigi Moutong memperoleh Program Strategis Nasional berupa pembangunan Kawasan Kampung Nelayan Merah Putih yang direncanakan berlokasi di Desa Bolano Tengah, Kecamatan Bolano.
Program ini diarahkan untuk membangun kawasan perikanan terintegrasi dari hulu hingga hilir, guna meningkatkan produksi, nilai tambah, serta pendapatan nelayan demi kesejahteraan masyarakat perikanan.
Selain program tersebut, Kabupaten Parigi Moutong juga menerima bantuan program sertifikasi bagi 79 nelayan, serta dukungan klaim asuransi kecelakaan kerja dan kematian bagi nelayan melalui BPJS Ketenagakerjaan.
Rembuk nelayan ini semakin bermakna karena dirangkaikan dengan musyawarah pemilihan Ketua Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (DPC HNSI) Kabupaten Parigi Moutong.
Diharapkan musyawarah tersebut dapat berlangsung dengan lancar dan menghasilkan kepemimpinan yang mampu memperjuangkan aspirasi serta kepentingan nelayan daerah.
















