
Bisalanews.id, Parmout – Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (DPP HNSI), Lidya Assegaf, S.E., mengapresiasi pelaksanaan Rembuk Nelayan yang digelar Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong bersama Bupati Parigi Moutong. Kegiatan tersebut dinilai menjadi momentum penting dalam menghidupkan kembali semangat dan peran HNSI di daerah (15/12/2025).
Dalam sambutannya, Lidya mengungkapkan kebanggaannya bisa hadir di Sulawesi Tengah, khususnya Parigi Moutong.
Ia mengaku memiliki ikatan emosional dengan daerah tersebut sehingga merasa terpanggil untuk hadir ketika menerima undangan langsung dari Bupati Parigi Moutong.
“Bagi saya ini sebuah kebanggaan, karena separuh diri saya adalah orang Sulawesi Tengah. Ketika Sulawesi Tengah memanggil, rasanya apa pun harus saya tinggalkan,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa DPP HNSI sangat mengapresiasi kegiatan rembuk nelayan yang dilaksanakan karena menjadi energi baru bagi organisasi.
Menurutnya, HNSI di Sulawesi Tengah kini mulai aktif kembali setelah terbentuknya kepengurusan baru hasil musyawarah daerah, yang sebelumnya dinilai belum berjalan optimal.
“Alhamdulillah, sekarang HNSI sudah ada dan aktif di beberapa daerah di Sulawesi Tengah, termasuk Kabupaten Parigi Moutong,” kata Lidya.
Pada kesempatan itu, Lidya juga memperkenalkan HNSI sebagai organisasi nelayan nasional yang berdiri sejak 21 Mei 1973. HNSI dibentuk sebagai wadah tunggal nelayan Indonesia dan diresmikan oleh Presiden RI ke-2, Soeharto, bersamaan dengan pembentukan organisasi sektor pertanian, HKTI.
Ia menjelaskan bahwa selain berperan dalam menjaga ketahanan pangan, nelayan juga merupakan garda terdepan dalam menjaga kedaulatan negara, khususnya di wilayah perbatasan laut.
“HNSI hadir sebagai wadah perjuangan nelayan sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan sektor kelautan dan perikanan,” pungkasnya.
















