Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Bencana alam

Kapolres Parigi Moutong : Longsor di Gunung Talenga Murni Bencana Alam, Bukan Akibat Aktivitas Tambang

×

Kapolres Parigi Moutong : Longsor di Gunung Talenga Murni Bencana Alam, Bukan Akibat Aktivitas Tambang

Sebarkan artikel ini
Kapolres Parigi Moutong, AKBP Hendrawan Agustian Nugraha didampingi Kapolsek Bolano Lambunu.(24/06/2025).Foto.MR

Bisalanews.id, Parmout – Kapolres Parigi Moutong, AKBP Hendrawan Agustian Nugraha, menegaskan bahwa peristiwa tanah longsor yang terjadi di Gunung Talenga, Desa Lambunu, Kecamatan Bolano Lambunu, merupakan bencana murni yang dipicu oleh faktor alam, khususnya curah hujan dengan intensitas tinggi.

“Disana tidak ada pertambangan yang terjadi, baik itu manual maupun menggunakan alat berat,” tegas Hendrawan usai proses evakuasi salah satu korban bernama Sahrat (43), pada Selasa, 24 Juni 2025.

Example 300x600

Pernyataan ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang beredar luas di media sosial, yang menurutnya tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Baca juga :  Membara Komitmen Perhatikan Kesejahteraan Relawan Bencana di Parigi Moutong Jika Terpilih

Ia menyebut, narasi-narasi liar yang mencoba mengaitkan peristiwa ini dengan aktivitas tambang atau ilegal logging hanya menyesatkan opini publik.

“Di bawah hutan itu ada kebun kopi milik masyarakat. Untuk menuju ke lokasi kejadian, jarak tempuhnya cukup lama dan harus melewati beberapa sungai dengan arus yang sangat deras,” jelasnya.

Meski begitu, Kapolres menyatakan pihaknya akan tetap melakukan pendalaman guna memastikan tidak adanya aktivitas ilegal logging di wilayah tersebut.

Baca juga :  Sunarti : 391 Siswa SD Bersaing di O2SN dan FLS3N Tingkat Parigi Moutong

Terkait korban yang berhasil dievakuasi, Hendrawan menyebutkan bahwa Sahrat merupakan seorang tukang sensor kayu, yang biasa mencari material untuk kusen pintu, jendela, dan keperluan bahan bangunan lainnya.

“Informasi dari warga, korban berteduh di sebuah pondok saat kejadian sambil beristirahat setelah mencari kayu dan rotan,” ungkapnya.

Hingga saat ini, operasi pencarian oleh tim SAR gabungan masih terus berlangsung untuk mengevakuasi empat korban lainnya yang belum ditemukan.

Keempat korban tersebut yakni Latif alias Subran (52), Safrudin E. Manjalai (36), Riska Jumi (26) perempuan, dan Rapi (14).

Baca juga :  Kapten KM Tatrik dan 17 ABK Selamat Setelah Hanyut di Teluk Tomini

“Untuk titik-titik yang diduga tempat keberadaan korban, kami sudah beri tanda dengan patok. Beberapa di antaranya menunjukkan adanya jasad, baik manusia maupun hewan gembalaan,” tambahnya.

Kapolres juga memastikan bahwa proses identifikasi akan tetap dilakukan secara menyeluruh oleh tim Inafis Reskrim Polres Parigi Moutong.

“Jika ada korban yang tidak dikenali keluarganya, maka kami akan lanjutkan dengan proses identifikasi,” katanya.

Beruntung, dari tiga korban yang telah ditemukan sebelumnya, seluruhnya berhasil dikenali oleh pihak keluarga.

“Salah satunya dari pakaian yang dikenakan, dan satu lagi dikenali dari tato di tangan kanannya,” pungkas Hendrawan.

Total Views: 1241

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *