
Bisalanews.id,Parmout — Hujan deras yang mengguyur Desa Siendeng, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong, pada Rabu (18/6/2025), menyebabkan banjir parah yang merendam pemukiman warga dan memaksa ratusan kepala keluarga mengungsi.
Menurut informasi resmi yang dirilis melalui akun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong, bencana tersebut terjadi sekitar pukul 22.30 WITA.
Banjir menggenangi wilayah pemukiman dengan ketinggian air bervariasi dan merendam sekitar 300 kepala keluarga (KK).
Dari jumlah tersebut, sedikitnya 250 KK harus meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Meski tidak ada laporan korban jiwa, banjir tersebut berdampak langsung pada sekitar 1.200 jiwa.
Sejumlah fasilitas umum turut terdampak, termasuk dua masjid dan beberapa sekolah, yang kini tidak dapat digunakan sementara waktu akibat kerusakan dan genangan air.
BPBD Parigi Moutong telah menurunkan tim untuk melakukan evakuasi darurat dan penilaian cepat (rapid assessment) di lokasi terdampak.
Saat ini, kebutuhan mendesak mulai bermunculan di tengah pengungsian, di antaranya makanan siap saji, air bersih, dan sembako bagi para korban.
“Hujan memang sudah reda, namun dampaknya masih sangat terasa. Tantangan ke depan adalah pemulihan kondisi warga dan perbaikan fasilitas umum,” ungkap salah satu petugas BPBD melalui keterangan tertulis.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait kini terus berupaya memberikan bantuan dan dukungan logistik bagi warga terdampak, sambil memantau kondisi cuaca yang masih berpotensi berubah.
Warga diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan resmi dari pihak berwenang untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan, mengingat musim hujan masih berlangsung di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah.
















